JAKARTA, KOMPAS.com - Sesuai agenda lima tahunan, Universitas Indonesia pada 11-13 September 2012 akan menyelenggarakan Gelar Ilmu UI yang menyajikan hasil riset mereka. Kurkumin, senyawa polifenol yang ditemukan pada rimpang temulawak, temugiring, dan kunyit, menjadi salah satu hasil riset yang akan dipertemukan dengan industri.
"Selama ini sulit mengaitkan hasil riset dengan industri. Semestinya ada kementerian koordinasi yang mengatur riset dan ekonomi," kata Kepala Subdirektorat Riset dan Inkubator Industri UI Yasman, yang juga Ketua Panitia Gelar Ilmu UI 2012, Kamis (6/9), di Depok.
Riset ekstrak kurkumin dengan kemurnian tinggi untuk penanganan sindrom koroner akut (gangguan pembuluh darah jantung) dan diabetes dijadikan materi kegiatan Temu Bisnis "Inventor dan Industri" pada 13 September. Riset ini dilakukan Idrus Alwi dari Fakultas Kedokteran UI.
Dua periset lain yang memiliki hasil riset untuk materi temu bisnis adalah Ismail dari Fakultas Kedokteran UI dengan hasil riset "Alat Kompaktor Spinal untuk Kompresi Eksternal Diskus" dan "Intervertebralis dan Alat Fiksasi Pelvis Modifikasi C-Clamp". Kemudian Muhamad Sahlan dari Fakultas Teknik UI dengan hasil riset "Proses Pembuatan Partikel Nano-/Micropropolis dengan Protein Susu Kasein".
Kepala Subdirektorat Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat UI Agustino Zulys mengatakan, dalam Gelar Ilmu UI 2012 juga disajikan masalah keilmuan fisika yang sederhana dan menarik. Agustino mempraktikkan "paku melayang" yang berpedoman pada prinsip keseimbangan. "Paku melayang dibuat dengan teknik satu paku bisa menopang 16 paku. Ini diterapkan untuk pembuatan jembatan," katanya.
Ada pula "manusia melayang" yang disajikan menggunakan teknik refleksi kaca. (NAW)
Editor :
Caroline Damanik
0 komentar:
Posting Komentar