Saya juga sangat mengutuk pengedar narkoba tersebut karena bisa menghancurkan masa depan siswa,"
Berita Terkait
Palu (ANTARA News) - Kepala Dinas Pendidikan Kota Palu Ardiansyah Lamasitudju mengatakan, peredaran narkoba di wilayahnya sudah sampai ke sekolah-sekolah, sehingga orang tua siswa diminta lebih waspada.
"Saya juga sangat mengutuk pengedar narkoba tersebut karena bisa menghancurkan masa depan siswa," kata Ardiansyah di Palu, Rabu.
Dia mengaku telah mendapat laporan dari sejumlah orang tua siswa sekolah menengah atas di wilayahnya yang mengaku anaknya membeli pil koplo dari temannya.
Menurut Ardiansyah, kondisi itu sangat memprihatinkan sehingga pihak sekolah harus lebih waspada dalam mengawasi tingkah laku anak didiknya.
Dia juga meminta kepala sekolah menindak tegas jika ada siswanya yang terbukti mengedarkan atau mengkonsumsi narkoba.
"Polisi juga bisa bertindak karena peredaran narkoba sangat meresahkan," katanya.
Beberapa saat sebelumnya, Ardiansyah menerima laporan dari orangtua siswa di sebuah sekolah menengah kejuruan tentang anaknya yang sudah kecanduan pil ekstasi.
Orangtua siswa tersebut menuturkan anaknya mengalami sakau atau kondisi sangat kekurangan narkoba dan ingin segera mengkonsumsi pil ekstasi.
Setelah didesak pertanyaan, anak tersebut mengaku pil ekstasi tersebut bisa diperoleh di teman satu sekolah.
Ardiansyah mengaku khawatir jika narkoba ternyata sudah beredar luas di sekolah-sekolah tanpa diketahui pihak sekolah atau aparat kepolisian.
Ia juga akan segera memanggil kepala sekolah yang diduga lalai mengawasi tingkah laku muridnya sehingga bisa terjadi peredaran narkoba.
Ia juga berharap kepada para siswa untuk tidak mudah tergoda dan terjebak pengedar narkoba.
"Jika ada yang menawarkan narkoba, laporkan saja ke kepala sekolah atau polisi," katanya. Beberapa waktu sebelumnya, Polres Palu menangkap sekawanan pengedar puluhan ribu pil ekstasi di wilayahnya.
(R026/Z002)
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © 2012
Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com
Komentar Pembaca
Kirim Komentar
0 komentar:
Posting Komentar