Home » » Mendikbud: Siapa Pun yang Terbukti Akan Diberi Sanksi

Mendikbud: Siapa Pun yang Terbukti Akan Diberi Sanksi

Written By Dino Cerata on Minggu, 30 September 2012 | 21.37

KOMPAS.com - Edukasi
News and Service // via fulltextrssfeed.com
Mendikbud: Siapa Pun yang Terbukti Akan Diberi Sanksi
Oct 1st 2012, 04:37

Tawuran Pelajar Memprihatinkan

Mendikbud: Siapa Pun yang Terbukti Akan Diberi Sanksi

Penulis : Indra Akuntono | Senin, 1 Oktober 2012 | 11:37 WIB

Dibaca:

KOMPAS.com/Indra Akuntono Kiri ke kanan : Kepala SMAN 70 Saksono Liliek Susanto, Kepala SMAN 6 Kadarwati, Mendikbud, Mohammad Nuh, dan Direktur Jenderal Pendidikan Menengah, Hamid Muhammad (paling kanan), dalam jumpa pers terkait kasus tawuran antara SMAN 6 dengan SMAN 70 Jakarta Selatan, Selasa (25/9/2012).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, M Nuh, mengatakan, kementerian melakukan evaluasi sendiri terkait sanksi untuk sekolah menyusul tawuran demi tawuran yang kerap berulang terjadi di dunia pendidikan nasional. Nuh mengatakan evaluasi dilakukan secara khusus untuk memberikan jalan keluar yang tepat, baik untuk sekolah maupun siswa.

"Ada aspek yang lain dan akan kita evaluasi. Masa siswanya yang terlibat terus sekolahnya yang disalahkan? Kecuali kalau terbukti, siapa pun akan diberikan sanksi," ujarnya seusai menghadiri Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila, di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta Timur, Senin (1/10/2012).

Menurutnya, persoalan tawuran antarpelajar yang masih sering terjadi merupakan potret dari permasalahan sosial yang terkait banyak faktor. Untuk itu, pihaknya akan mengedepankan langkah hukum sesuai dengan tingkat pelanggarannya.

"Ada tiga hal yang harus dilakukan, tegakkan disiplin internal, ciptakan kegiatan bersama, dan tegakkan hukum. Ketika pelanggaran siswa melampaui batas, maka kita bekerjasama dengan kepolisian," tuturnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Wamendikbud) Bidang Pendidikan, Musliar Kasim, menambahkan dengan imbauan agar masyarakat tidak menggeneralisasi perilaku semua sekolah berlabel Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) menyusul tawuran antarpelajar yang melibatkan SMAN 70 sebagai salah satu sekolah berstatus RSBI. Menurutnya, sikap itu tidak bijak karena tak semua sekolah berlabel RSBI yang terbukti terlibat aksi tawuran.

"Jangan digeneralisir, kasihan RSBI-RSBI lain. Yang pasti ini hanya segelintir dan pemerintah konsen dengan persoalan tawuran ini," ungkapnya.

Setelah aksi tawuran antarpelajar SMAN 6 dan SMAN 70 terjadi di kawasan Bulungan, Jakarta Selatan, pekan lalu, Kemendikbud menerima banyak masukan untuk menurunkan status sekolah yang terlibat. Pasalnya, kasus tawuran antara kedua sekolah tersebut terus berulang hingga kemarin menewaskan seorang siswa SMAN 6, Alawy Yusianto Putra (15). Akan tetapi, sampai hari ini Kemendikbud belum memutuskannya dan hanya masih berupaya menjaga suasana kondusif di sekolah, rekonsiliasi dan membuka berbagai ruang mediasi.

Berita terkait peristiwa ini dapat diikuti dalam topik "Tawuran Berdarah"

Editor :

Caroline Damanik

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Artikel pendidikan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger