Home » » Mendikbud: Anak-anak Pengungsi Syiah Harus Sekolah

Mendikbud: Anak-anak Pengungsi Syiah Harus Sekolah

Written By Dino Cerata on Senin, 03 September 2012 | 07.25

KOMPAS.com - Edukasi
News and Service // via fulltextrssfeed.com
Mendikbud: Anak-anak Pengungsi Syiah Harus Sekolah
Sep 3rd 2012, 14:25

Mendikbud: Anak-anak Pengungsi Syiah Harus Sekolah

Penulis : Aditya Revianur | Senin, 3 September 2012 | 20:30 WIB

Dibaca:

Kompas/Dominikus Herpin Dewanto Anak-anak pengungsi sedang diajak senam pagi di tempat pengungsian di gedung Lapangan Tennis Indoor Sampang, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, Jumat (31/8/2012).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhammad Nuh mengungkapkan pengungsi anak-anak di GOR Sampang harus tetap sekolah. Hal tersebut karena mendapatkan pendidikan adalah hak segala anak bangsa.

"Apapun keadaannya mereka harus sekolah. Anak-anak tersebut harus diberikan perlindungan agar tetap bisa sekolah. Hal yang paling penting, anak-anak harus diberikan semangat agar tetap sekolah," ujar Muhammad Nuh di Asrama Haji Pondok Gede di Jakarta, Senin (3/9/2012).

Nuh menjelaskan anak-anak di pengungsian harus mendapatkan pelajaran yang setara dengan yang diajarkan di Sekolah. Meskipun anak-anak tersebut, lanjutnya, mendapatkan pelajaran dengan serba keterbatasan iklim pengungsian, dia yakin jika anak-anak tersebut dapat mengenyam pendidikan dengan baik.

Dia menerangkan, anak-anak tersebut harus tetap diperhatikan dan tidak boleh tertinggal dalam hal pelajaran yang diajarkan. "Anak-anak itu tidak tahu apa-apa mengenai konflik ini. Intinya mereka adalah yang nomor satu yang harus diselamatkan. Jangan sampai karena hal ini mereka tidak dapat belajar lagi," tegasnya.

Dia turut merinci bahwa di pegungsian GOR Sampang terdapat sejumlah 16 anak yang harus menjalani Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), 18 anak yang mendapatkan pengajaran Taman Kanak-Kanak (TK), 52 anak-anak yang wajib mendapatkan pengajaran Sekolah Dasar (SD), 12 anak-anak Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan 2 anak Sekolah Menegah Atas (SMA).

Dia menjelaskan anak-anak tersebut belajar di pengungsian dengan tenda darurat, kecuali untuk SMA. Bagi anak yang wajib mendapatkan pelajaran SMA, dia menerangkan jika mereka harus belajar di SMA terdekat dengan pengungsian. Hal itu, terangnya, karena mengenai pelajaran SMA dibutuhkan tenaga pengajar khusus sehingga tidak memungkinkan di pengungsian.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Artikel pendidikan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger