Jakarta (ANTARA News) - Wakil Ketua Komite SMAN 70 Komala Dewi mengaku pihaknya sedang berusaha menciptakan suasana nyaman bagi para siswa menjelang kembali dimulainya kegiatan belajar mengajar di SMAN 70, Senin (1/10).
"Kami berusaha menjaga mentalitas anak-anak agar kembali senang untuk menimba ilmu di sekolah," kata Komala dalam konfrensi pers di SMAN 70, Sabtu siang.
Menurut dia, saat ini banyak siswa kelas tiga yang menjadi tidak percaya diri menatap masa depan ke perguruan tinggi. Mengaku sebagai siswa SMAN 70 pun mereka ketakutan.
Komala menjelaskan bahwa sebenarnya tidak semua siswa terlibat masalah tawuran. Tragedi tersebut menurut dia adalah ulah oknum, sehingga jangan sampai memberikan dampak negatif ke siswa-siswa lain yang memang ingin berprestasi di sekolah.
"Kami juga telah meminta komitmen dari anak-anak OSIS, mereka telah berjanji untuk tidak melakukan lagi hal yang disebut tradisi itu," kata Komala.
Demi terciptanya suasana aman, Komite Sekolah SMAN 70 telah melakukan kerjasama dengan pihak kepolisian untuk mengaktifkan posko bersama di depan Gelanggang Olahraga (GOR) Bulungan.
Menurut Sekretaris Komite SMAN 70, Bayu Soesetia, rencananya akan ada tiga perwira polisi yang nantinya ditugaskan di sana.
"Kami sepakat itu adalah tragedi terakhir," kata Bayu.
Tawuran yang terjadi pada Senin (24/9), antara siswa SMAN 6 dengan SMAN 70 di kawasan Bulungan, Jakarta Selatan mengakibatkan satu siswa SMAN 6 tewas.
Saat ini seorang siswa dari SMAN 70 dengan inisial FR diduga menjadi pelaku pembunuhan.
(lod)
0 komentar:
Posting Komentar