Home » » Kemendikbud lakukan pendampingan terhadap sekolah bermasalah

Kemendikbud lakukan pendampingan terhadap sekolah bermasalah

Written By Dino Cerata on Rabu, 26 September 2012 | 07.10

ANTARA News - Nasional - Pendidikan
News And Service // via fulltextrssfeed.com
Kemendikbud lakukan pendampingan terhadap sekolah bermasalah
Sep 26th 2012, 12:54

Orang tua almarhum Alawy Yusianto Ibu Endang Puji (tengah) menyaksikan prosesi pemakaman anaknya Alawy Yusianto di pemakaman Poncol, Pudurenan, Tangerang, Banten, Selasa (25/9). Almarhum siswa SMA 6 Alawy ditusuk dengan celurit ketika mencari makan bersama temannya, setelah terjadi tawuran pelajar antara SMU 6 Jakarta dengan SMU 70 Bulungan pada Senin (24/9) di Bundaran Bulungan. (FOTO ANTARA/M Agung Rajasa)

Berita Terkait

Jakarta (ANTARA News) -Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Hamid Muhammad mengatakan, pihaknya akan melakukan langkah-langkah antisipasi untuk mencegah terjadinya tawuran pelajar.

"Salah satunya adalah pendampingan terhadap sekolah-sekolah yang rawan terjadinya tawuran. Kita lakukan pendampingan khusus kepada sekolah-sekolah yang potensial bermasalah itu. Tahun ini ada 37 sekolah yang kita dampingi, 25 SMA dan 12 SMK," kata Hamid Muhammad di Gedung DPR, Jakarta, Rabu.

Hamid menegaskan, untuk tahun depan, pihaknya akan memetakan sekolah-sekolah seluruh Jabodetabek dan akan ada pendampingan secara terus menerus.

Namun, untuk melakukan hal tersebut diperlukan biaya pendampingan sekolah yang bermasalah masih belum dialokasikan secara penuh. "Tidak akan kita lepas. Ada Satuan Tugas yang ikut mengevaluasi melakukan pelatihan dan evaluasi. Memang butuh biaya besar," ungkap Hamid.

Sedangkan untuk pengamanan selama ini, Hamid mengaku sebenarnya sudah ada MoU dengan pihak Polda Metro Jaya. Dan Polda pun siap mem-backup.

"Memang ada MoU dengan Polda Metro Jaya, tapi kan terus terang melakulan operasi begini kan mahal. Biaya pendampingan sekolah yang bermasalah masih belum dialokasi kan penuh, tapi 2013 kita usahakan," pungkasnya.

Komisi X DPR RI menggelar rapat dengar pendapat dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kepala SMAN 6 Hadarwati dan Kepala Sekolah SMAN 70 Liliek Susanto.

RDP tersebut berkaitan dengan peristiwa tawuran antar pelajar kedua sekolah tersebut yang terjadi dua hari lalu, yang menyebabkan seorang siswa SMAN 6, Alawy, tewas.

(Zul)

Editor: Suryanto

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca

Kirim Komentar

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Artikel pendidikan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger