Home » » Kampus Ditantang Lakukan Riset Pangan dan Energi

Kampus Ditantang Lakukan Riset Pangan dan Energi

Written By Dino Cerata on Minggu, 02 September 2012 | 23.19

KOMPAS.com - Edukasi
News and Service // via fulltextrssfeed.com
Kampus Ditantang Lakukan Riset Pangan dan Energi
Sep 3rd 2012, 06:08

Kampus Ditantang Lakukan Riset Pangan dan Energi

Penulis : Indra Akuntono | Senin, 3 September 2012 | 12:48 WIB

Dibaca:

KOMPAS/BANAR FIL ARDHIMenteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh.

JAKARTA, KOMPAS.com - Perguruan tinggi, baik perguruan tinggi negeri maupun swasta, ditantang untuk melakukan penelitian nasional di bidang pangan dan energi. Hasil riset diharapkan mampu menjadi pengalih dan menghasilkan sumber daya pangan serta energi yang inovatif.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mohammad Nuh mengatakan, saat ini kementerian telah mengalokasikan anggaran khusus untuk riset pangan dan energi yang diambil dari kerangka dana abadi pendidikan yang jumlahnya berkisar antara Rp 750 juta-Rp1 triliun. Pemerintah akan mengambil 30 persen dari bunga dana abadi ini untuk membayai riset pangan dan energi.

Untuk tahap awal, dana ini hanya diberikan kepada Institut Pertanian Bogor (IPB). Namun ke depan, kampus-kampus lain juga berpeluang mendapatkannya.

"Riset nasional ini salah satu cara untuk menguatkan urusan pangan dan energi. Oleh karena itu akan dialokasikan secara khusus," ungkapnya seusai membuka OSN XI di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Senin (3/9/2012).

"IPB kita jadikan sebagai leading sector dan dapat mengajak kampus lain. Uangnya ada, maka kampus kita tantang untuk melakukan penelitian yang sifatnya nasional dan untuk kebutuhan nasional," lanjutnya kemudian.

Kementerian mengalokasikan anggaran khusus kepada IPB untuk mengembangkan produk-produk pertanian guna menutupi kebutuhan pangan nasional. Alokasi dananya akan disesuaikan dengan kebutuhan penelitian yang sangat sentral, seperti kedelai, gandum, beras, dan kebutuhan pokok lainnya.

"Masak urusan kedelai dan beras saja harus impor. Kami akan kembangkan dukungan penuh, yakni bahwa IPB bisa," kata Nuh.

Sejak beberapa tahun lalu, Kemendikbud menyisihkan sebagian anggarannya untuk dana abadi pendidikan melalui deposito. Penggunaan dana ini dikhususkan untuk tiga keperluan, yakni untuk beasiswa, bencana alam, dan penelitian.

Editor :

Caroline Damanik

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Artikel pendidikan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger