Home » » Jumlah Sekolah dan Ruang Kelas Masih Kurang

Jumlah Sekolah dan Ruang Kelas Masih Kurang

Written By Dino Cerata on Selasa, 04 September 2012 | 03.24

KOMPAS.com - Edukasi
News and Service // via fulltextrssfeed.com
Jumlah Sekolah dan Ruang Kelas Masih Kurang
Sep 4th 2012, 10:24

Merintis Wajib Belajar 12 Tahun

Jumlah Sekolah dan Ruang Kelas Masih Kurang

Penulis : Indra Akuntono | Selasa, 4 September 2012 | 16:19 WIB

Dibaca:

Sabrina Asril Ilustrasi: Gedung sekolah.

JAKARTA, KOMPAS.com - Tingginya semangat pemerintah untuk meningkatkan waktu rata-rata pendidikan penduduk Indonesia belum diimbangi dengan kemampuan yang memadai. Rencana untuk mulai merintis program wajib belajar (wajar) 12 tahun melalui pendidikan menengah universal (PMU) pada 2012 masih terkendala kurangnya jumlah unit sekolah.

Direktur Pendidikan Menengah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) Hamid Muhammad menyampaikan, idealnya perlu ada penambahan 500 unit sekolah baru dan 14.000 ruang kelas baru untuk mendukung PMU. Akan tetapi karena minimnya anggaran yang tersedia, jumlah yang bisa dipenuhi masih jauh dari yang ditargetkan.

"Target bisa dipenuhi kalau ada uangnya. Tapi karena nggak cukup, maka yang akan dipenuhi baru 200 unit sekolah baru dan empat ribu ruang kelas baru," kata Hamid kepada Kompas.com, Selasa (4/9/2012), di Jakarta.

Akan tetapi, kata dia, harapan untuk memenuhi target terbuka dengan adanya APBN Perubahan di setiap tahun. Pasalnya, berdasarkan pengalaman di tahun-tahun sebelumnya, tambahan anggaran dari APBN-P selalu difokuskan untuk penguatan infrastruktur, pembangunan maupun rehabilitasi sekolah. Selain tentunya untuk beasiswa siswa miskin dan kebutuhan lainnya.

"Nanti kalau ada APBN-P jumlah itu akan bertambah. Kan biasanya anggaran perubahan fokus untuk fasilitas itu," ujarnya.

Untuk diketahui, rencana merintis wajar 12 tahun melalui PMU terus digaungkan. Pemerintah optimis dapat memulainya di tahun depan. Rencana itu diimbangi dengan pemberian Bantuan Operasional jenjang SMA (BOSM), dan pembangunan/rehabilitasi sekolah yang gencar dilakukan.

Di luar itu, penambahan jumlah guru juga masuk dalam strategi pemerintah. Semata-mata untuk memperlebar akses pendidikan sekaligus meningkatkan angka partisipasi kasar (APK) di jenjang pendidikan menengah. Diharapkan, pendidikan 12 tahun akan membuat sumber daya manusia Indonesia berdaya saing dan memiliki nilai jual yang lebih tinggi.

Editor :

Caroline Damanik

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Artikel pendidikan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger