JAKARTA, KOMPAS.com - Sudah saatnya berbagai hasil riset dan inovasi yang dihasilkan para peneliti bisa diterapkan di kelompok masyarakat bawah atau "akar rumput" untuk meningkatkan kesejahteraan mereka, kata tokoh Dewan Riset Nasional (DRN) Dr Lala M Kolopaking.
"Selama ini Indonesia tergantung pada teknologi yang dibawa perusahaan besar berskala multinasional, rakyat hanya jadi buruh," kata Ketua Komisi Teknik, Sosial dan Humaniora DRN itu pada workshop "Innovation for Inclusive Development" di Jakarta, Kamis (6/9/2012).
Karena itu, hasil-hasil riset harus dipilih yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan mulai dimasukkan dalam program pembangunan yang bersifat memberdayakan masyarakat dan inklusif (yang tidak menimbulkan kesenjangan).
Ia mencontohkan, di bidang energi listrik, dimana pembangunan PLTU selama ini berteknologi tinggi, berskala besar namun tak melibatkan masyarakat.
"Sebaliknya energi mikrohidro merupakan teknologi yang bisa dibuat sendiri oleh masyarakat sekaligus membangkitkan semangat bisnis di masyarakat," ujar Direktur Center of Agriculture and Rural Development IPB itu.
Namun bagaimana mendistribusikan hasil-hasil teknologi tepat guna itu ke masyarakat bawah, menurut dia, juga menuntut dikembangkannya suatu jaringan pemberdayaan.
"Jaringan ini bisa memakai yang sudah ada dari kalangan universitas, LSM, kementerian, instansi pemerintah daerah, dan juga bersambung dengan bisnis besar di skala nasional dalam kaitannya dengan penguatan ekspor kita," kata Lala.
Ia mencontohkan, China dan banyak negara lain yang mengembangkan industri rumahan sebagai kekuatan ekonominya.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Institut Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan (Ibeka), Dr Tri Mumpuni mengatakan, sudah waktunya Indonesia menggunakan paradigma "pro-local benefit" yang bersifat memberdayakan masyarakat dibanding "pro-capital owner profit yang mengutamakan investasi asing.
"Jika masyarakat bisa membuat teknologi untuk kebutuhannnya sendiri, kenapa harus pakai teknologi dari perusahaan besar yang teknologinya berasal dari negaranya sana. Berdayakanlah apa yang ada di kita sendiri," kata pengembang teknologi mikrohidro berbasis masyarakat itu.
0 komentar:
Posting Komentar