Home » » Alasan Belum Terealisasinya Sekolah Khusus Ilmuwan

Alasan Belum Terealisasinya Sekolah Khusus Ilmuwan

Written By Dino Cerata on Senin, 03 September 2012 | 03.21

KOMPAS.com - Edukasi
News and Service // via fulltextrssfeed.com
Alasan Belum Terealisasinya Sekolah Khusus Ilmuwan
Sep 3rd 2012, 10:21

Alasan Belum Terealisasinya Sekolah Khusus Ilmuwan

Penulis : Indra Akuntono | Senin, 3 September 2012 | 16:06 WIB

Dibaca:

shutterstock ILUSTRASI

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) masih belum dapat memastikan realisasi pendirian sekolah khusus untuk ilmuwan. Pasalnya, masih ada prioritas yang lebih mendesak dan harus diperhatikan.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh mengatakan, saat ini pihaknya lebih fokus memperlebar akses siswa cerdas berkebutuhan khusus yang menderita cacat secara fisik. Dengan pelayanan khusus, para siswa ini diharapkan dapat mengembangkan talentanya dengan maksimal dan akhirnya mampu bersaing dengan siswa lainnya.

"Terus terang kendalanya adalah karena kita disibukkan dengan urusan di sebelah sini (pelayanan khusus). Tidak bisa kita lepas, dan masalah ini menjadi program kita," kata Nuh, di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Senin (3/9/2012).

Nuh menjelaskan, ide untuk mendirikan sekolah khusus ilmuwan mulai digaungkan sejak tahun lalu dengan alasan pentingnya wadah bagi anak-anak cerdas dalam layanan akademis yang khusus, sebagai upaya untuk membangun tradisi budaya keilmuan sejak usia dini serta untuk membangun peradaban Indonesia di tahun-tahun mendatang.

Tak hanya bebas biaya, Kemendikbud juga berencana bekerjasama dengan kementerian lain untuk membuat sistem agar para lulusan sekolah ini mampu berkarier di dalam negeri sesuai dengan ilmu yang dipelajarinya.

Rencana ini tak lepas dari pro dan kontra. Stigma eksklusif terlanjur disematkan pada sekolah khusus yang belum terealisasi itu dan Nuh mengakui potensi munculnya stigma semacam itu. Akan tetapi, Nuh menegaskan, anak-anak yang cerdas di atas rata-rata harus diperlakukan dengan khusus pula.

"Seperti juara olimpiade sains, mereka kan sangat jenius, apakah salah jika kita kelola secara khusus? Undang-Undang mengatur itu, karena layanan khusus bukan hanya untuk mereka yang mengalami cacat, tetapi juga pada anak-anak yang di atas rata-rata," tandasnya.

Editor :

Caroline Damanik

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Artikel pendidikan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger