Jakarta (ANTARA News) - Beijing Language and Culture Institute (BLCI) telah mengantar sekitar 500 pelajar Indonesia yang hendak berkuliah di sejumlah perguruan tinggi di 15 kota besar di China.
Mereka terbang melalui Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, dan diantar oleh staf BLCI hingga sampai asrama mereka di kampus di China, kata BLCI dalam keterangan persnya kepada ANTARA di Jakarta, Kamis.
"Kebanyakan pelajar diantar tersebut menuntut gelar Sarjana program studi sarjana strata satu dan Pascasarjana strata dua (Master) dengan menggunakan pengantar bahasa Inggris selain belajar bahasa Mandarin saja di China," kata Ir. Samuel Wiyono MBA, Direktur BLCI Mangga Dua Square, Jakarta.
"Mereka tidak hanya berasal dari Jakarta saja, tetap juga dari berbagai provinsi di Indonesia, termasuk dari cabang BLCI di Semarang, Jawa Tengah, Surabaya, Jawa Timur , Bali, Makassar, dan Makassar Sulawesi Selatan."
Mendampingi para siswa, hadir pula Kepala Cabang BLCI Surabaya Markus Hartono, MM, selaku pimpinan rombongan yang mengantar para siswa BLCI pada kelompok terbang (kloter) terakhir tersebut ke berbagai kota di China.
BLCI merupakan lembaga pendidikan Mandarin dan konsultan studi di China, yang mewakili lebih dari 100 universitas China yang berada di 15 kota besar di Negara Panda tersebut.
Pada bulan September ini, BLCI mengantar 500 siswa Indonesia, tergabung dalam 25 kloter, dari Bandara Soekarno – Hatta, Jakarta, sampai ke tiap asrama universitas di 15 kota besar China.
"Selain mengantar, staf kami juga membantu mahasiswa untuk membeli kartu handphone, membuka rekening bank, membantu dalam registrasi, pembayaran uang sekolah dan lainnya, sehingga para mahasiswa akan lebih nyaman memulai kehidupan baru mereka di China. Pelayanan tersebut yang menyebabkan semakin meningkatnya jumlah mahasiswa Indonesia berangkat ke China melalui BLCI tiap tahunnya," jelas Samuel.
Pimpinan Cabang BLCI Surabaya Markus Hartono, MM mengatakan, selain ke universitas Inggris dan Australia di China tersebut, pengantaran juga diberikan kepada siswa Indonesia yang akan berkuliah program gelar di Universitas pemerintah China dengan menggunakan pengantar bahasa Inggris ataupun hanya belajar bahasa
"Kami dari BLCI mengantar mereka, baik yang belajar bahasa Mandarin ataupun program gelar hingga tiba di tiap asrama universitas," kata Markus MM.
(*)
0 komentar:
Posting Komentar