Home » » Wajar 12 Tahun, Daerah Belum Siap

Wajar 12 Tahun, Daerah Belum Siap

Written By Dino Cerata on Jumat, 31 Agustus 2012 | 06.06

KOMPAS.com - Edukasi
News and Service // via fulltextrssfeed.com
Wajar 12 Tahun, Daerah Belum Siap
Aug 31st 2012, 13:06

Wajar 12 Tahun, Daerah Belum Siap

Penulis : Ali Sobri | Jumat, 31 Agustus 2012 | 17:39 WIB

Dibaca:

FENNIE Y/BANGKA POS

Ilustrasi: Kabupaten Jembrana telah menjadi perhatian publik atas keberhasilannya memberikan pelayanan publik, khususnya di bidang pendidikan. Beberapa kebijakan yang dianggap berhasil antara lain pembebasan sumbangan pembangunan pendidikan (SPP) untuk siswa SD hingga SMA dan SMK, pemberian beasiswa untuk siswa sekolah swasta, serta wajib belajar dua belas tahun.

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Jenderal Pendidikan Menengah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Hamid Muhammad, menilai kemampuan daerah dalam menggulirkan wajib belajar (wajar) 12 tahun masih belum maksimal. Menurutnya, saat ini belum ada satu daerah pun yang menggratiskan pendidikan sampai jenjang SMA.

"Untuk wajar 12 tahun, kemampuan daerah itu parsial, ada yang mampu memberikan BOS SMA, ada yang memberikan beasiswa dan daerah lainnya baru bisa menyiapkan infrastrukturnya," kata Hamid kepada Kompas.com, Jumat (31/8/2012), di gedung Kemendikbud, Jakarta.

Hamid mencatat ada 13 provinsi yang telah menggulirkan wajar 12 tahun sejak 2008. Akan tetapi, sifatnya baru sekadar rintisan dan anggaran yang disediakan belum mampu menutup semua kebutuhan operasional pendidikan di jenjang SMA.

Padahal sejatinya, kata Hamid, peran aktif pemerintah daerah sangat penting untuk menyukseskan wajar 12 tahun. Khususnya dalam menggulirkan program itu sesuai dengan skema yang ditentukan oleh pemerintah pusat, yakni pemberian beasiswa dan BOSM, penyiapan infrastruktur dan penguatan tenaga pendidiknya.

"Padahal dukungan pemda itu sangat penting selain pemahaman masyarakat akan pentingnya menyelesaikan wajar 12 tahun agar siap masuk dunia kerja," tandasnya.

Rencana pemerintah untuk memulai wajar 12 tahun pada tahun depan menuai banyak tanggapan. Umumnya, sorotan utama tertuju pada kesiapan pemerintah pusat dan daerah dalam menyiapkan anggaran. Sejumlah pengamat mengimbau daerah agar lebih serius menjalankan program tersebut. Salah satunya dengan memenuhi dan menggelontorkan minimal 20 persen anggaran pendidikan dari APBD.

Editor :

Caroline Damanik

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Artikel pendidikan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger