Home » » Universitas Brawijaya Tetap Berlakukan SPP Progresif

Universitas Brawijaya Tetap Berlakukan SPP Progresif

Written By Dino Cerata on Kamis, 02 Agustus 2012 | 03.02

KOMPAS.com - Edukasi
News and Service // via fulltextrssfeed.com
Universitas Brawijaya Tetap Berlakukan SPP Progresif
Aug 2nd 2012, 10:02

Universitas Brawijaya Tetap Berlakukan SPP Progresif

Kamis, 2 Agustus 2012 | 15:15 WIB

Dibaca:

shutterstock Ilustrasi: Mahasiswa Universitas Brawijaya Malang mengajukan petisi kepada Ditjen Dikti Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk meminta Mendikbud membatalkan pemberlakuan sumbangan pembinaan pendidikan progresif (SPP Progresif) di kampusnya.

MALANG, KOMPAS.com - Universitas Brawijaya tetap akan memberlakukan sumbangan pembinaan pendidikan progresif (SPP Progresif) untuk mahasiswa "tua". Dengan demikian, kebijakan ini bisa mendorong angka kelulusan mahasiswa lama yang belum lulus hingga saat ini.

Pembantu Rektor 3 Universitas Brawijaya Ainurrasyid menjelaskan, keputusan SPP Progresif tidak bisa diganggu gugat. Apalagi, SK sudah diteken Rektor UB Yogi Sugito sejak tahun 2006.

Ainurrasyid mengatakan, total mahasiswa tua yang belum lulus diperkirakan Ainurrayid mencapai 1.000 mahasiswa. Besaran SPP mereka Rp 500.000 hingga Rp 900.000 per semester.

"Naik 15 persen. (Mereka) menginjak tahun ketujuh, kalau tetap tidak lulus langsung kami DO (drop out)," tegasnya di Gedung Rektorat, Rabu (2/8/2012).

Namun, dia menyampaikan koreksi bahwa pemberlakuan bukan ditujukan kepada angkatan 2008 yang baru empat tahun berada di kampus. SPP progresif diberlakukan bagi mahasiswa angkatan 2006 yang sudah memasuki tahun ketujuh di kampus.

"Bukan (berlaku bagi-Red) angkatan 2008, jadi untuk angkatan 2006," tambahnya.

Pernyataan tersebut berbeda dengan Kabiro Administrasi Keuangan dan Perecanaan Universitas Brawijaya, Imam Safi'i, serta dari pengakuan mahasiswa angkatan 2008 yang menyebutkan bahwa pemberlakukan SPP Progresif justru dikenakan kepada mahasiswa angkatan 2008 dulu.

Gelar aksi

Sementara itu, mahasiswa kembali melakukan aksi penolakan dengan menggalang tanda tangan dan pengumpulan koin serta melakukan aksi teatrikal di lapangan kampus, Kamis (2/8/2012).

Juru bicara, Tubagus Yusuf, mengaku para mahasiswa juga kecewa karena pihak kampus tidak juga menepati janjinya untuk berdialog.

"Beberapa hari lalu, kami bertemu dengan beliau dan berjanji akan menggelar dialog bersama Rektor. Tetapi sampai sekarang, tidak ada niat baik itu," tuturnya.

Sumber :

Surya

Editor :

Caroline Damanik

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Artikel pendidikan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger