Home » » Tahun Ini, Ada 1.000 PAUD Terpadu di Indonesia

Tahun Ini, Ada 1.000 PAUD Terpadu di Indonesia

Written By Dino Cerata on Selasa, 07 Agustus 2012 | 23.02

KOMPAS.com - Edukasi
News and Service // via fulltextrssfeed.com
Tahun Ini, Ada 1.000 PAUD Terpadu di Indonesia
Aug 8th 2012, 06:02

Pendidikan Usia Dini

Tahun Ini, Ada 1.000 PAUD Terpadu di Indonesia

Penulis : Indra Akuntono | Rabu, 8 Agustus 2012 | 11:46 WIB

Dibaca:

KOMPAS/INGKI RINALDI

Kegiatan di dalam ruang kelas lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Yayasan Al Hadiid, Kota Padang, Sumatera Barat, Rabu (18/1), yang diasuh sejumlah sukarelawan. Sebagian besar murid PAUD tersebut merupakan anak-anak nelayan yang selama ini relatif belum tersentuh pendidikan dasar sebagai persiapan menempuh pendidikan tingkat SD.

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini Non Formal dan Informal (PAUDNI), Lidya Freyani Hawadi mengatakan, tahun ini jumlah PAUD terpadu akan dilipatgandakan. Jika pada 2011 jumlahnya mencapai 500, maka, pada tahun ini, jumlah PAUD terpadu menjadi 1.000.

Lidya, yang biasa disapa Reni Akbar ini menjelaskan, seluruh bantuan yang dikucurkan oleh Direktorat Jenderal PAUDNI akan diprioritaskan untuk seluruh PAUD terpadu, yakni lembaga PAUD yang memiliki Taman Kanak-kanak (TK), Tempat Penitipan Anak (TPA), dan Satuan Paud Sejenis (SPS). Ada pun, mengenai jumlahnya disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing lembaga.

"Bantuan kita prioritaskan untuk PAUD terpadu. Kita berpikir ulang jika mau membantu lembaga yang berdiri sendiri-sendiri," kata Reni, Rabu (8/8/2012), di Gedung Kemdikbud, Jakarta.

Ia mengungkapkan, Kemdikbud telah menetapkan rintisan bantuan untuk menggolkan misi menciptakan 1000 PAUD terpadu. Untuk TK, Kemdikbud akan memberikan dana sebesar Rp 35 juta, untuk TPA sebesar Rp 45 juta, dan untuk SPS sebesar Rp 25 juta. Mengenai prasyaratnya, bantuan itu hanya akan diberikan pada PAUD terpadu yang unggul dan menjadi percontohan, memiliki lahan yang cukup, serta memiliki tenaga pengajar setara D-4 atau S-1 dengan program.

"Tentu tidak semuanya kita bantu, kita seleksi yang sesuai dengan semua kriteria itu," ujar Reni.

Untuk diketahui, kebijakan mendongkrak Angka Partisipasi Kasar (APK) PAUDNI mulai gencar dilakukan pemerintah menyusul persiapan menghadapi 100 tahun Indonesia merdeka. Sejalan dengan itu, kebijakan ini merupakan upaya memanfaatkan bonus demografi usia produktif Indonesia yang rentang waktunya dimulai sekitar 2012 hingga 2035 mendatang. APK Paudni saat ini baru mencapai 34,5 persen. Dengan kebijakan ini, diharapkan jumlah tersebut dapat meningkat secara signifikan.

Editor :

Inggried Dwi Wedhaswary

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Artikel pendidikan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger