Jakarta, KompasOtomotif – Di satu sisi Suzuki gembira karena perjualan dan permintaan terhadap produknya terus meningkat. Di lain, sebaliknya, juga menimbulkan kepusingan. Pasalnya, menurut PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), distributor Suzuki di Indonesia, mereka harus bisa memenuhi permintaan dari dealer bulan lalu saja lebih dari 18.000 unit dan belum terpenuhi.
Karena itulah, menurut Davy Tuilan, Direktur Penjualan R4 SIS, Suzuki tidak merevisi target. "Target penjualan mengikuti permintaan pasar. Yang diproduksi langsung dikirim ke dealer. Itulah target kami. Seberapapunyang bisa diproduksi, pasti laku! Karena sudah diinden," yakinnya.
Sementara itu, Endro Nugroho, Direktur Marketing dan Dealer Network Development R4 SIS, menambahkan, tren permintaan naik biasanya terjadi menjelang Lebaran dan nantinya menjelang pilpres 2014.
"Momen ini adalah kesempatan kami untuk menggenjot angka penjualan. Meski banyak yang memprediksi penjualan turun karena dijalankannya kebijakan DP minimum 30 pesen. Kenyataannya, penjualan terus meningkat," komentar Endro.
Saat ini, pabrik Suzuki di Tambun berkapasitas 170.000 unit per tahun. Karena inden menumpuk, lembur dimaksimalkan pada empat hari libur dalam satu bulan. Produksi Suzuki di tanah air bukan hanya untuk pasar domestik, juga buat ekspor juga.
0 komentar:
Posting Komentar