Jakarta, KompasOtomotif – Tak kunjung dinaikkannya kapasitas produksi mobil Hyundai untuk seluruh pasar dunia berimbas pada konsumen di Indonesia. Beberapa model, termasuk Tucson dan Grand Avega yang banjir permintaan, tapi seret suplai dan harus mengalami masa tunggu (inden) hingga empat bulan, atau sampai akhir tahun ini.
Berdasarkan data dari PT Hyundai Mobil Indonesia (HMI), pemesaan SUV terbaru mereka, Tucson sudah mencapai 700 unit, tapi suplai yang datang ke Indonesia hanya 50-100 unit per bulan. Sedangkan Grand Avega yang sedang "hot" disuplai 300-400 per bulan, sementara pemesanan lebih dari 800 unit.
Menurut Jongkie D. Soegiarto, Presiden Direktur HMI, untuk saat ini prinsipal memang belum menaikkan kapasitas produksi. Dari tiga juta unit mobil yang terjual di ASEAN, Hyundai hanya 60-70.000 unit.
"Bukan tidak mampu, untuk mengejar 10 persen dari 3 juta unit (300.000) saja sebenarnya sangat mungkin. Malah bangun pabrik di Brazil. Padahal kami sudah merayu agar membangun pabrik di sini (Indonesia). Pasrah saja, dan di-maintain apa yang ada," kata Jongkie ketika berbincang dengan wartawan tadi malam berbarengan dengan bukber dan launching barian baru Hyundai Tucson dan Hyundai H-1.
Jongkie menambahkan, pabrik Hyundai di Korea, Alabama, Turki, hingga India, sampai saat ini sudah mengerjakan kapasitas produksi sepenuhnya. Sebuah investasi, khususnya di ASEAN, lebih baik lagi di Indonesia, akan menambah suplai untuk pasar ASEAN, dan mengurangi inden.
0 komentar:
Posting Komentar