Home » » SMA Don Bosco Belum Tahu 7 Siswa Jadi Tersangka

SMA Don Bosco Belum Tahu 7 Siswa Jadi Tersangka

Written By Dino Cerata on Rabu, 01 Agustus 2012 | 01.04

KOMPAS.com - Edukasi
News and Service // via fulltextrssfeed.com
SMA Don Bosco Belum Tahu 7 Siswa Jadi Tersangka
Aug 1st 2012, 08:04

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan resmi menetapkan tujuh siswa SMA Don Bosco Pondok Indah sebagai tersangka kasus dugaan bullying yang terjadi pada 24 Juli 2012. Ketujuh siswa tersebut adalah siswa kelas III yang diduga melakukan kekerasan kepada sejumlah siswa kelas I. Akan tetapi, pihak sekolah, SMA Don Bosco Pondok Indah menyatakan belum mendapatkan informasi penetapan siswanya sebagai tersangka dari pihak kepolisian.

"Kami belum mendapatkan konfirmasi resmi dari kepolisian, sehingga belum menentukan sikap," kata Manajer Pendidikan SMA Don Bosco Pondok Indah, Ibnu Markatab, saat dihubungi Kompas.com, Rabu (1/8/2012).

Sikap yang dimaksud Ibnu adalah keputusan sekolah terhadap para siswa yang disangka pelaku kekerasan. "Nanti kalau sudah dapat konfirmasi resmi, kami akan menentukan. Sikap itu tentunya menurut bobot masing-masing, yang diputuskan melalui rapat, bukan orang per orang,  dan seadil-adilnya," paparnya.

Ia mengungkapkan, sikap atau pun sanksi yang akan diputuskan pihak sekolah, selain tegas, tetapi juga fair untuk siswa.  

Diberitakan sebelumnya, polisi telah menetapkan tujuh orang sebagai tersangka pelaku penganiayaan.

"Kami telah memeriksa sembilan saksi dan mengonfrontirnya bersama korban. Lalu dari gelar perkara, kita tetapkan tujuh orang sebagai tersangka, dua orangnya hanya sebagai saksi, tidak terlibat melakukan penganiayaan," terang Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan AKBP Hermawan, saat ditemui di Polres Jakarta Selatan, Rabu (1/8/2012).

Menurut Hermawan, para pelaku penganiayaan merupakan siswa kelas 3 SMA Don Bosco. Mereka menganiaya korban secara bersama-sama.

Para pelaku menganiaya korban dengan menampar, mengancam dengan menggunakan pisau, menendang korban, menyuruh korban mengangkat batu, memaksa menenggak minuman keras, dan menyundut api rokok pada tengkuk korban.

Editor :

Inggried Dwi Wedhaswary

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Artikel pendidikan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger