Home » » Sebulan Guru Tidak Masuk, 55 Siswa Telantar

Sebulan Guru Tidak Masuk, 55 Siswa Telantar

Written By Dino Cerata on Jumat, 03 Agustus 2012 | 13.00

KOMPAS.com - Edukasi
News and Service // via fulltextrssfeed.com
Sebulan Guru Tidak Masuk, 55 Siswa Telantar
Aug 3rd 2012, 20:00

MAGELANG, KOMPAS.com -- Sekalipun tahun ajaran baru sudah dimulai sejak sebulan lalu, guru di dua kelas SD Negeri Ngadirojo, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, hingga Jumat (3/8/2012), belum masuk kerja untuk mengajar.

Kelas yang tidak ada gurunya adalah kelas V dan Kelas VI, sehingga aktivitas belajar mengajar kurang optimal karena guru yang bertugas hanya guru pengganti.

Jumlah keseluruhan siswa di dua kelas tersebut mencapai 55 anak, di mana jumlah siswa kelas V terdata 26 anak, dan siswa kelas VI sebanyak 29 murid.

Dika (12), salah seorang siswa kelas enam , mengatakan, setiap hari, sejak awal masuk sekolah di tahun ajaran baru hingga sekarang, dia dan teman-teman sekelasnya hanya disuruh untuk membaca, merangkum materi pelajaran dalam buku, dan mengerjakan sejumlah latihan soal tertentu.

"Kami hanya diberi tugas dan sering kali ditinggal pergi oleh guru hingga jam pelajaran berakhir," ujarnya, Jumat (3/8/2012).

Ketika menjelang bel jam pelajaran terakhir guru yang bertugas belum juga kembali ke kelas, maka para siswa tersebut biasanya langsung pulang dan meninggalkan kelas begitu saja.

Dika mengatakan, guru pengganti yang bertugas di kelasnya selalu berganti-ganti orang. Hingga saat ini, para siswa kelas belum mendapatkan lembar kerja siswa (LKS) yang biasanya kerap menjadi bahan latihan utama siswa di sekolah.

Uli (12), siswa lainnya, mengatakan, kondisi ini membuat dia bingung dan khawatir karena proses belajar mengajar di sekolahnya ini jauh tertinggal dibandingkan sekolah lain.

"Teman-teman saya yang sekolah di SD lain, saat ini sudah mulai sibuk dengan berbagai latihan soal untuk persiapan ujian," ujarnya.

Kholik (35), salah seorang wali murid, mengatakan, absennya guru kelas ini membuat para orangtua murid menjadi sangat cemas dan khawatir, hal ini akan berdampak buruk pada kesiapan siswa menghadapi ujian nasional (UN).

"Saat ini, para siswa kelas enam seharusnya sudah mendapatkan pelajaran-pelajaran tambahan untuk mempersiapkan diri menghadapi UN," ujarnya.

Ana, salah seorang guru honorer di SD Negeri Ngadirojo, mengatakan, sebelum tahun ajaran baru dimulai, kepala sekolah sudah menunjuk personel guru yang akan bertugas di kelas lima dan kelas enam.

Namun, karena alasan tertentu, dua guru tersebut sampai saat ini masih enggan menjalankan tugasnya.

Dengan kondisi tersebut, maka 10 guru di SD Negeri Ngadirojo bergantian mengajar di kelas lima dan kelas enam.

"Pada intinya, kami tetap berupaya agar anak-anak tetap dapat melaksanakan aktivitas belajar di ruang kelas masing-masing," ujarnya.

Guru yang ditunjuk untuk mengajar kelas lima adalah Sri Lestari, dan guru kelas enam adalah Tutik Kusmiyati.

Editor :

Tjahja Gunawan Diredja

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Artikel pendidikan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger