PADANG, KOMPAS.com - Bupati Solok Selatan, Muzni Zakaria menyatakan kekesalannya karena ada sebagian tenaga guru yang enggan untuk ditempatkan di daerah sangat terpencil (DST) daerah itu.
"Kita amat menyesalkan beberapa sikap guru yang tidak mau melaksanakan tugas di daerah terpencil. Padahal, saat pengajuan lamaran jadi CPNSD yang bersangkutan bersedia ditempatkan di mana saja yang dikuatkan dengan surat penyataan," kata Bupati Solok Selatan, Muzni Zakaria di Padang Aro, Jumat (31/8/2012).
Hal itu disampaikan Bupati Solok Selatan saat mendampingi Wagub Sumbar Muslim Kasim pada kunjungan kerja ke di SDN 19, Nagari (desa adat) Ulang Aling Selatan, Kecamatan Sangir Batang Hari.
Nagari itu, merupakan daerah sangat terpencil di kabupaten itu, untuk mencapainya menempuh jalan tanah sekitar tujuh kilometer dan menggunakan mesin tempel, dan berjarak sekitar 230 kilometer dari Kota Padang, ibukota provinsi.
Muzni mengungkan, bahkan masih ada guru yang tidak mau pindah mengajar jauh dari rumahnya, sehingga mereka tidak memiliki kesempatan untuk berkembang secara baik dalam menjalankan tugas atau profesinya.
Makanya, pihaknya mengajak para guru mau berkerja sama dengan baik, mengabdi untuk pemerataan dan percepatan kemajuan pembangunan di Solok Selatan.
Ia mengatakan, kualitas guru-guru di daerah itu belum lagi mampu mendongkak kemajuan di sektor pendidikan, terlihat dari hasil tes ujian kompetensi guru (UKG).
Hasil dari pelaksanaan UKG, diketahui nilai guru-guru yang mengikuti masih jauh dari harapan, seperti untuk tingkat SD baru 0,0 persen, SLTP 0,2 persen dan SLTA 0,1 persen.
Solok Selatan, katanya, sebagai salah satu kabupaten termuda di Sumbar, masih belum memiliki sarana dan prasarana pendidikan yang memadai.
Makanya ke depan, pembangunan sarana dan prasarana pendidikan mendapat prioritas dan dibutuhkan dukungan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat.
Sarana prasarana yang ada hingga penghujung 2008 tercatat telah ada 65 TK swasta, 137 SD Negeri, empat SD swasta, 26 SMP Negeri, dua SMP swasta dan 11 SLTA Negari.
Jumlah kelas, guru dan murid, katanya, tingkat TK berjumlah 48 rungan dengan 993 murid dan 227 guru. Tingkat SD sebanyak 939 kelas diisi 20.601 murid dengan tenaga pengajar 1.738 orang.
Sedangkan tingkat SLTP tercatat 238 kelas dengan jumlah murid 5.854 orang dan 417 guru, serta jenjang SLTA dengan 122 kelas, diisi 4.481 murid dan 341 guru.
"Kita ke depan membutuhkan terobosan yang lebih baik lagi dalam meningkatkan kualitas guru dan anak didik, sehingga meraka mampu bersaing dengan anak-anak didik di daerah lain," ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut Wagub Sumbar Muslim Kasin dan Bupati Muzni Zakaria menandatangan prasasti dan menyerahkan dana sertifikasi para guru dan bantuan sosial untuk masyarakat di Nagari Ulang Aling Selatan.
0 komentar:
Posting Komentar