Home » » Rata-rata Lama Bersekolah di Indonesia 7,6 Tahun

Rata-rata Lama Bersekolah di Indonesia 7,6 Tahun

Written By Dino Cerata on Sabtu, 04 Agustus 2012 | 07.01

KOMPAS.com - Edukasi
News and Service // via fulltextrssfeed.com
Rata-rata Lama Bersekolah di Indonesia 7,6 Tahun
Aug 4th 2012, 14:01

Rata-rata Lama Bersekolah di Indonesia 7,6 Tahun

Sabtu, 4 Agustus 2012 | 18:08 WIB

Dibaca:

Kompas/Andy Riza Hidayat

SITUBONDO, KOMPAS.com - Pemerintah mencatat, rata-rata waktu bersekolah masyarakat Indonesia sampai saat ini adalah 7,6 tahun. Dalam kunjungan kerjanya ke Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Sabtu (4/8/2012), Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) Agung Laksono mengatakan bahwa Indonesia masih berusaha menaikkan angka ini hingga mencapai 12 tahun.

"Ini masih jauh dari rata-rata lama bersekolah di negara tetangga, seperti Singapura atau Malaysia yang mencapai 18 tahun," katanya.

Untuk mencapai target 12 tahun, Agung mengatakan pemerintah sudah mulai memprogramkan wajib belajar 12 tahun atau mencapai SMA pada anggaran pendidikan 2013. Program ini diharapkan dapat mendorong semakin panjangnya rata-rata waktu bersekolah masyarakat Indonesia.

Namun, Agung mengatakan pemerintah pusat membutuhkan dukungan pemerintah daerah untuk meningkatkan rata-rata lama bersekolah masyarakat. Daerah diharapkan turut mendorong terwujudnya program ini sehingga kualitas sosial masyarakat di daerah juga akan semakin baik.

"Dengan demikian, maka program-program pemerintah akan berjalan dengan lebih baik, karena masyarakat yang berpendidikan tentu lebih mudah menerima pemahaman. Hal ini juga diharapkan akan lebih memperkuat ketahanan ekonomi keluarga maupun individu di masa depan," kata politisi Partai Golkar ini.

Pada kesempatan yang sama, Agung juga menyinggung pertumbuhan penduduk di dunia yang makin mengkhawatirkan. Pasalnya, jika pertumbuhan tidak terkendali, jumlah penduduk dunia bisa mencapai 9 miliar jiwa.

Agung mengatakan, pemerintah berupaya untuk mengantisipasinya. Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono, lanjutnya, merevitalisasi program Keluarga Berencana (KB).

Editor :

Caroline Damanik

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Artikel pendidikan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger