Home » » Pojok Korea Hadir di Perpustakaan UI

Pojok Korea Hadir di Perpustakaan UI

Written By Dino Cerata on Kamis, 09 Agustus 2012 | 05.03

KOMPAS.com - Edukasi
News and Service // via fulltextrssfeed.com
Pojok Korea Hadir di Perpustakaan UI
Aug 9th 2012, 12:03

DEPOK, KOMPAS.com- Rektor Universitas Indonesia Gumilar R Somantri dan Duta Besar Korea Selatan, Kim Young menandatangani Nota Kesepahaman untuk membentuk Pojok Korea (Korean Corner) di Perpustakaan Baru UI, Lantai 3.

Penandatanganan nota kesepahaman dilaksanakan di Kampus UI Depok, Kamis (9/8/2012).  Pojok Korea di Perpustakaan UI menempati ruangan seluas 8 X 5 meter. Kedutaan Besar Korea akan memfasilitasi berbagai informasi seputar Korea melalui medium buku, film, katalog, pakaian khas korea dan sebagainya.

Pembentukan "Pojok Korea" ini menjadi perlambang dari kerjasama yang erat antara dua negara. Kerjasama dalam bidang pendidikan dan kebudayaan diharapkan mampu menjadi sebuah model hubungan kerjasama yang khusus, sehingga kedua negara dapat memperoleh manfaat positif.

Korea memiliki kedekatan khusus dengan Indonesia, mengingat pada tahun 1998, di mana banyak investor asing meninggalkan Indonesia, investor Korea justru menanamkan investasinya di Indonesia. Tercatat saat ini investasi dari Korea Selatan salah satu yang terbesar di Indonesia dengan nilai mencapai USD1,15 miliar di 524 proyek. 

Terkait hal kebudayaan, yang sangat menarik ialah bagaimana publik tanah air begitu memuja para artis dari Korea Selatan. Dari berbagai konser yang mendatangkan para seniman dari negeri ginseng tersebut, tiket penjualan selalu habis.

Fenomena demam korea (Hallyu - Korean Wave) di Indonesia ini tidak lah mengherankan. Karena industri kultur pop di Korea menemukan celahnya di Asia (termasuk Indonesia) melalui kedekatan kultural dengan bangsa-bangsa Asia, yang kita tahu, perekonomiannya juga sedang melaju kencang. Sebut saja Indonesia, Malaysia, Singapura.

Gumilar mengatakan, dengan hadirnya Pojok Korea ini, masyarakat Indonesia dapat menggali lebih dalam bagaimana budaya yang dikapitalisasi dapat menjadi "diplomat" bagi sebuah bangsa terhadap bangsa lain.

Diharapkan, publik secara luas, tidak hanya sekedar mengapresiasi, namun juga mengambil pelajaran untuk juga kemudian anak negeri bisa membangun industri kebudayaan nusantara yang tidak hanya mampu menjadi tuan rumah, namun dikagumi dan menghasilkan devisa bagi Indonesia.

Editor :

Marcus Suprihadi

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Artikel pendidikan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger