Bandung (ANTARA News) - Peraih Anugerah Iptek 2012 untuk Kategori Peneliti Wanita, Made Tri Ari Penia Kresnowati PhD bercita-cita, bioreaktor yang sedang dirancangnya mampu memproduksi sel darah merah dalam jumlah besar.
"Jika terjadi suatu bencana, seringkali kita sangat banyak membutuhkan stok darah merah. Cara kerja sel punca yang bisa memproduksi diri menjadi sel darah, sel jantung, sel mata dan lainnya dalam tubuh menjadi ide awal saya membuat bioreaktor ini," kata Penia seusai menerima trofi dari Kementerian Ristek itu di Bandung, Kamis.
Penia ingin proses penumbuhan sel punca (stemcell) menjadi sel darah merah dan bukan menjadi sel jantung atau sel lainnya yang terjadi di tubuh bisa dilakukan di luar tubuh dengan teknik bioreaktor.
Menurut dosen teknik kimia ITB itu sel punca tersebut harus dikondisikan oleh suatu zat yang berfungsi untuk memicu hal itu bisa terjadi seperti Cytokine.
Penia yang mendapat anugerah pada peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-17 yang dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu, sebelumnya juga pernah mendapat penghargaan dari L`Oreal-Unesco For Women in Science 2008.
Pada ajang internasional itu tajuk proposalnya "Teknologi Bioproses: Konsepsi Prototip Bioreaktor untuk Pengembangan Sel Punca" memberinya hibah riset 40 ribu dollar AS untuk melanjutkan risetnya.
Namun, risetnya tersebut diakui wanita yang meraih gelar doktor di Universitas Teknologi Delft, Belanda itu, tidak bisa segera mendapat hasil dalam waktu dekat.
"Harapan saya penelitian saya ini bisa bermanfaat bagi masyarakat luas dan sebagai tabungan di akhirat," kata Penia yang saat itu meraih "Anugerah Iptek Kategori Peneliti Wanita" bersama tiga peneliti lainnya yakni Ines Atmosukarto, Fenny M Dwivany dan Sidrotun Naim.
(D009)
0 komentar:
Posting Komentar