Home » » Nuh: Program Pendidikan Jangan Selalu Dikaitkan dengan Politik

Nuh: Program Pendidikan Jangan Selalu Dikaitkan dengan Politik

Written By Dino Cerata on Senin, 13 Agustus 2012 | 04.59

KOMPAS.com - Edukasi
News and Service // via fulltextrssfeed.com
Nuh: Program Pendidikan Jangan Selalu Dikaitkan dengan Politik
Aug 13th 2012, 11:59

Pendidikan Gratis 12 Tahun di DKI

Nuh: Program Pendidikan Jangan Selalu Dikaitkan dengan Politik

Penulis : Indra Akuntono | Senin, 13 Agustus 2012 | 14:13 WIB

Dibaca:

KOMPAS IMAGES/BANAR FIL ARDHI Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhammad Nuh.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh memberikan kepercayaan penuh pada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk memulai program wajib belajar 12 tahun. Menurutnya, DKI Jakarta sudah merencanakan semuanya dengan matang sebelum program tersebut diluncurkan.

"Saya yakin DKI sudah menyusun rencananya dengan matang. Enggak mungkin menyiapkan anggaran tanpa perencanaan," kata Nuh, di Gedung Kemdikbud, Jakarta, Senin (13/8/2012).

Nuh mengungkapkan, pihaknya sangat menghormati semua daerah yang menjalankan program wajib belajar 12 tahun. Program ini, katanya, berbanding lurus dengan rencana pemerintah yang mulai tahun ini menggalakkan program Pendidikan Menengah Universal (PMU).

Meski demikian, ia mengimbau semua pihak tidak terjerumus mengaitkan program pendidikan dengan agenda politik. Yang terpenting, kata dia, bagaimana program wajib belajar dapat berjalan, tuntas, dan berkelanjutan.

"Saya menghormati semua provinsi yang mendukung PMU. Jangan melihat itu sebagai agenda politik praktis. Yang penting semuanya berjalan dan berkelanjutan," katanya.

Seperti diberitakan, pada awal Agustus 2012, Pemprov DKI Jakarta resmi memulai Program Pendidikan Gratis 12 Tahun. Akan tetapi, peluncuran program ini di tengah "memanasnya" situasi politik Ibu Kota saat Pilkada, menimbulkan sejumlah spekulasi yang bersifat politis. Selain itu, kritik juga dilayangkan terhadap implementasi program yang dinilai tidak diiringi dengan langkah solutif. Pendidikan digratiskan (SD-SMA), semua sekolah dilarang memungut biaya, akan tetapi bantuan yang disalurkan masih jauh dari kebutuhan untuk menutupi beban operasional sekolah.

Editor :

Inggried Dwi Wedhaswary

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Artikel pendidikan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger