Home » » Laserpunktur Gertak Berahi Domba

Laserpunktur Gertak Berahi Domba

Written By Dino Cerata on Sabtu, 18 Agustus 2012 | 00.19

KOMPAS.com - Sains
News and Service // via fulltextrssfeed.com
Laserpunktur Gertak Berahi Domba
Aug 16th 2012, 18:24

Laserpunktur Gertak Berahi Domba

Kamis, 16 Agustus 2012 | 18:24 WIB

Dibaca:

KOMPAS/CORNELIUS HELMY HERLAMBANG Domba garut (Aries ovies) bersiap maju ke arena ketangkasan di Kecamatan Leles, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Domba garut kini mampu menghidupi ribuan masyarakat garut dari usaha peternakan, industri sandang, dan penyediaan daging untuk konsumsi.

KOMPAS.com - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) mengembangkan teknologi laserpunktur untuk menggertak berahi domba. Teknologi akupunktur dengan laser ini bertujuan meningkatkan efektifitas pengembangbiakan domba di peternakan.

Reproduksi domba, misalnya Domba garut, menghadapi beberapa kendala. Potensi reproduksi domba betina belum dimanfaatkan secara optimal karena jumlah domba pejantan yang berkualitas unggul terbatas serta punya harga mahal.

Proses pengawinan Domba Garut selama ini berlangsung secara tradisional. Caranya dengan menggabungkan betina dan jantan di satu kandang. Biasanya, satu ekor domba jantan digabungkan dengan 5 ekor domba betina di satu kandang kandang kawin selama 40 hari.

Cara itu punya beberapa kelemahan. Berat badan domba jantan bisa turun hingga 10 kg dan rentan penyakit. Sementara, dengan cara tersebut reproduksi juga tidak optiomal. Satu domba jantan hanya bisa mengawini 5 betina dalam 40 hari.

Dengan teknologi laserpunktur, titik-titik pada tubuh domba yang membangkitkan berahi dirangsang dengan laser. Domba jantan yang berahi kemudian dikoleksi semen atau spermanya. Reproduksi selanjutnya dilakukan dengan cara inseminasi buatan.

Pada penyerentakan berahi ini, titik akupunktur yang ditembak adalah titik reproduksi yang terdiri atas satu estrus (titik Ming-Meng), empat ovarium (titik Shen Yu), enam titik oviduk, dua titik cervik uteri, satu titik hormonal dan tiga titik didaerah vulva.

Dengan paduan teknologi laserpunktur dan inseminasi buatan, seekor pejantan mampu menghasilkan 360 straw/dosis sperma selama 40 hari. Apabila dilakukan inseminasi buatan dengan double dosis, maka seekor pejantan dapat mengawini 180 ekor betina. Ini jauh lebih banyak dibandingkan pada perkawinan alami.

Selain itu, dengan teknologi penyerentakan berahi, peternak juga bisa memperoleh sejumlah betina yang berahi, bunting dan melahirkan hampir bersamaan. Akhirnya, dapat diperoleh jumlah domba dengan usia yang hampir sama sesuai dengan kebutuhan pasar.

Teknologi laserpunktur memang bukan satu-satunya cara memicu berahi. Ada pula cara penyuntikan hormon. Namun demikian, cara hormonal bisa berpengaruh pada fisiologi reproduksi serta relatif mahal harganya. Laserpunktur memberi kesempatan peternak mendaoatkan kuantitas dan kualitas anakan domba yang baik dengan biaya lebih murah.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Artikel pendidikan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger