JEMBER, KOMPAS.com - Di bawah bimbingan para gurunya, para siswa SMKN 1 Sukorambi, Jember, berhasil memproduksi kerupuk berbahan dasar lele. Ide bermula dari pengamatan bahwa masyarakat tak pernah bosan dengan makanan bertajuk pecel lele.
Para siswa pun berpikir untuk mengolah lele menjadi kerupuk. Mereka mencoba sejumlah cara untuk membuat kerupuk lele hingga menemukan langkah-langkah untuk membuatnya dengan sederhana.
Proses pembuatan kerupuk ini dimulai dengan membersihkan organ dalam lele yang akan diolah. Kemudian, semua bagian lele, mulai darikepala hingga ekor dimasak dalam panci presto.
Setelah dimasak hingga lunak, barulah dicampur dengan bumbu racikan dan diolah menjadi kerupuk.
Guru produktif agribisnis perikanan SMKN 1 Sukorambi, Ranti Eri Rismawati, mengatakan, anak-anaknya sudah membuat kerupuk lele setahun belakangan ini. Selain itu, masyarakat juga menyambut baik kehadiran penganan ringan ini.
"Selain rasanya enak, kerupuk ini kandungan gizinya juga sangat tinggi," ungkapnya.
Prospek kerupuk lele untuk dikembangkan sangat besar. Menurut Ranti, hal ini didukung oleh ketersediaan lele sebagai bahan dasar yang cenderung melimpah dan harganya pun murah. Mereka lebih mudah memperolehnya karena sekolah juga turut membudidayakan lele.
Ketertarikan masyarakat terhadap kerupuk lele buatan mereka tak hanya datang dari dalam kota. Setelah ikut pameran di Mataram, Nusa Tenggara Barat, beberapa waktu lalu, permintaan dari luar daerah pun meningkat.
Sayangnya, sekolah belum bisa memenuhi banyak permintaan karena sumber daya produksi mereka terbatas. Dalam satu pekan, lanjut Ranti, SMKN 1 Sukorambi bisa membuat 20 kilogram kerupuk lele.
Kerupuk lele mentah dibanderol dengan harga Rp 25.000 per kilogram, sementara yang sudah digoreng dijual dengan harga Rp 45.000 per kilogram. Pihak sekolah berharap, kerupuk lele dapat menjadi produk olahan dan oleh-oleh khas Jember di masa depan.
Editor :
Caroline Damanik
0 komentar:
Posting Komentar