Kurs mata uang dunia. (Istimewa)
Orang tua lebih peduli tentang sopan santun anaknya daripada mengatur keuangan anak."
Berita Terkait
Jakarta (ANTARA News) - Uang bukanlah hal yang sering dibicarakan orangtua pada anaknya. Penelitian baru menemukan fakta bahwa orang tua lebih banyak mengajarkan anaknya untuk bersikap baik dan mendapat nilai akademis tinggi daripada memberitahu cara menabung yang benar.
Seperti dilansir laman Live Science, orangtua merasa bahwa ajaran tentang makan yang benar, meraih nilai akademis, menghindari obat terlarang, alkohol, dan merokok lebih penting daripada mengajarkan anaknya mengatur uang. Biasanya orang tua menunggu hingga anaknya berumur 10 tahun ke atas sebelum membicarakan tentang uang dan menabung.
"Menurut penelitian kami, orang tua lebih peduli tentang sopan santun anaknya daripada mengatur keuangan anak," kata Ernie Almonte, ketua penelitian yang juga wakil dari American Institute of Certified Public Accountants (AICPA) dari National CPA Financial Literacy Commission.
"Dolar dan sen harusnya diperhatikan sama seperti ucapan "tolong" dan "terima kasih" di rumah. Pendidikan keuangan membangun sifat kritis anak yang membantu mereka mencapai tujuan hidup dan memperkuat ekonomi. Orang tua seharusnya membuat pelajaran keuangan sebagai prioritas, baik itu lewat obrolan maupun dipraktekkan sedini mungkin,"
Terlepas dari pentingnya membicarakan tentang menabung dan uang pada anak, 30 persen orang tua mengaku mereka tidak pernah atau jarang membicarakan perihal uang bersama anak-anaknya.
Hanya 13 persen orang tua membicarakan masalah keuangan sehari-hari. Namun, 67 persen orang tua merasa mereka punya ilmu tentang keuangan sehingga bisa mengajari anak-anaknya tentang menabung.
Beberapa tips untuk mengajarkan manajemen uang pada anak adalah:
1. Mulai sejak dini. Mulailah bicarakan tentang uang saat anak mulai tertarik pada uang atau bertanya seputar uang dan menabung, kata AICPA.
2. Ajari dengan bahasa anak. Orangtua bisa mengajari anak pentingnya uang dan menabung dalam cara yang bisa dimengerti anak. Misalnya, orangtua bisa mengajarkan anak untuk menabung demi membeli mainan daripada langsung membelikannya.
(nan)
Editor: Aditia Maruli
COPYRIGHT © 2012
Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com
Komentar Pembaca
Kirim Komentar
0 komentar:
Posting Komentar