Home » » Kemdikbud Harus Bijaksana "Bocorkan" Hasil UKG

Kemdikbud Harus Bijaksana "Bocorkan" Hasil UKG

Written By Dino Cerata on Selasa, 14 Agustus 2012 | 18.13

KOMPAS.com - Edukasi
News and Service // via fulltextrssfeed.com
Kemdikbud Harus Bijaksana "Bocorkan" Hasil UKG
Aug 15th 2012, 01:13

Uji Kompetensi Guru

Kemdikbud Harus Bijaksana "Bocorkan" Hasil UKG

Penulis : Indra Akuntono | Rabu, 15 Agustus 2012 | 07:49 WIB

Dibaca:

KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO Uji Kompetensi Guru - Sejumlah guru mengerjakan soal Uji Kompetensi Guru secara daring (online) di laboratorium komputer SMK Negeri 2 Yogyakarta, Jetis, Yogyakarta, Selasa (31/7/2012). UKG gelombang kedua di sekolah itu pada hari tersebut berjalan lancar sedangkan gelombang sebelumnya gagal karena terkendala masalah koneksi ke server.

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) Sulistiyo mengimbau Kementerian Pandidikan dan Kebudayaan agar lebih bijaksana saat memublikasikan hasil uji kompetensi guru (UKG). Pernyataan Sulistyo ini menanggapi hasil sementara UKG yang diumumkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M Nuh, bahwa ada guru peserta yang mendapatkan nilai nol.

"Harusnya dapat lebih bijaksana memublikasikan hasilnya," kata Sulistiyo dalam diskusi bertajuk 'Bedah UKG', di Gedung PGRI, Jakarta, Selasa (14/8/2012).

Menurutnya, langkah Kemdikbud yang "membocorkan" hasil buruk peserta UKG akan memberikan citra negatif terhadap seluruh guru. Ia khawatir, masyarakat luas akan menilai semua guru memiliki kompetensi yang rendah.

"Bagaimana jika masyarakat menilai semua guru tak kompeten? Nanti guru lagi yang dirugikan," katanya.

Sebelumnya, nilai sementara UKG yang diumumkan Kemdikbud menunjukkan bahwa nilai rata-rata sementara UKG gelombang pertama hanya 44,55. Jauh dari batas minimal yang ditetapkan, yakni 70. Masih banyak guru peserta yang mendapatkan nilai di bawah standar nasional.

Rendahnya nilai guru peserta UKG bukan karena semata-mata karena kurangnya kemampuan guru mengerjakan soal ujian. Tetapi banyak faktor pemicunya. Seperti soal ujian yang berantakan karena tidak komplit menyajikannya. Banyak soal bergambar yang tidak lengkap, bahasa yang digunakan juga terlalu panjang, dan kunci jawaban yang tidak tercantum.

Editor :

Inggried Dwi Wedhaswary

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Artikel pendidikan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger