Home » » Kak Seto Maklumi Teguran Presiden, Kritik Isi Pidato

Kak Seto Maklumi Teguran Presiden, Kritik Isi Pidato

Written By Dino Cerata on Jumat, 31 Agustus 2012 | 23.04

KOMPAS.com - Edukasi
News and Service // via fulltextrssfeed.com
Kak Seto Maklumi Teguran Presiden, Kritik Isi Pidato
Sep 1st 2012, 06:04

Kak Seto Maklumi Teguran Presiden, Kritik Isi Pidato

Penulis : Indra Akuntono | Sabtu, 1 September 2012 | 12:39 WIB

Dibaca:

KOMPAS/RIZA FATHONI Anak-anak berkebutuhan khusus menari dan menyanyi di panggung peringatan Hari Anak Nasional di Teater Keong Mas, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Rabu (29/8/2012). Acara tersebut dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Ny Ani Yudhoyono, bersama sejumlah menteri.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengamat pendidikan anak Seto Mulyadi memaklumi peristiwa yang terjadi pada puncak peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Rabu (28/8/2012) lalu, saat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegur beberapa siswa yang tertidur ketika dirinya tengah berpidato.

Menurut Kak Seto, sapaan akrabnya, hal itu terjadi bukan karena kesalahan Presiden SBY. Tetapi menurutnya, anak-anak sangat wajar mengantuk karena faktor isi pidato dan anak-anak tidak diperingati dulu sebelumnya.

"Harusnya staf kepresidenan bisa membuat materi pidato yang lebih segar meski kenyataannya sulit berbicara pada dua generasi yang berbeda dengan sekaligus," kata Kak Seto seusai menjadi pembicara dalam sebuah seminar bertajuk "Menyikapi Kekerasan Pada Anak Usia Dini" yang digelar Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), di Ciputat, Jakarta Selatan, Sabtu (1/9/2012).

Buntut dari peristiwa itu kemudian banyak pendapat mengemuka dari berbagai pihak dan ramai diperbincangkan. Menurut Kak Seto, penilaian dan tanggapan terkait hal ini harus berlandaskan pada situasi riil di lapangan. Baginya, Presiden SBY hanya menegur anak-anak yang tertidur pada saat itu. Namun setelahnya, Presiden nampak terlihat sangat erat dengan anak-anak.

Pada hari itu seusai memberikan pidato resmi, menurutnya, Presiden SBY terlihat sangat akrab dengan anak-anak. Menurutnya, itu menunjukkan bahwa Presiden Republik Indonesia bisa menjadi figur yang sangat dekat dengan anak-anak.

"Harus fair dan lihat secara keseluruhan. Saya selalu hadir di HAN sejak 1986, pada hari itu pak SBY nampak sangat akrab dibanding dengan presiden-presiden sebelumnya," tandas Kak Seto.

Editor :

Caroline Damanik

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Artikel pendidikan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger