Jakarta, KompasOtomotif – Kebijakan uang muka atau DP minimum 30 persen untuk pembelian mobil secara kredit, mulai mempengaruhi penjualan mobil, khususnya Toyota. Hal tersebut disimpulkan, berdasarkan data tentatif yang dirilis Toyota hari ini (tidak disebutkan wholesales atau ritel) dibandingkan dengan Juni 2012.
Juni 2012, penjualan Toyota mencapai 37.177 unit. Sedangkan bulan lalu 36.353 unit atau turun 2,2 persen. Kendati demikian, Toyota mengatakan, kategori niaga, khususnya Dyna, penjualan justru naik 41,6 persen, yaitu dari 1.440 unit menjadi 2.040 unit pada bulan lalu.
Presiden Direktur PT Toyota Astra Motor, Johnny Darmawan, berpendapat masih terlalu dini menyimpulkan kebijakan DP 30 persen berdampak tidak terlalu besar terhada pertumbuhan penjualan. Menurutnya, dampak kebijakan tersebut akan lebihdirasakan 3 bulan kemudian.
"Toyota bersyukur dapat melewati bulan lalu dengan baik. Pencapaian ini bukti kepercayaan dan kesetiaan konsumen kami," ujar Johnny dalam rilisnya hari ini. Ditambahkan, pertumbuhan penjualan tersebut merupakan indikasi, ekonomi Indonesia terus tumbuh.
Di segmen sedan, model Toyota yang naik pada bulan lalu adalah Camry 304 unit, naik hampir 5 persen dari sebelumnya 290 unit. Juga diikuti MPV mewah Alphard juga naik 51,5 pesen dari bulan sebelumnya, yaitu 196 unit menjadi 297 unit pada Juli 2012. Primadona Toyota, Avanza, hanya naik tipis dari 17.061 pada Juni menjadi 17.061unit. Dengan ini pula, penjualan Toyota selama 7 bulan 2012 sudah mencapi 238.682 unit.Toyota memperkirakan, pejualan mobil di Indonesia selama Juli 2012 naik lagi dari 101.741 menjadi 102.752.
0 komentar:
Posting Komentar