Home » » Indonesia Mengajar Ajak Publik Jadi Donatur

Indonesia Mengajar Ajak Publik Jadi Donatur

Written By Dino Cerata on Kamis, 16 Agustus 2012 | 08.36

KOMPAS.com - Edukasi
News and Service // via fulltextrssfeed.com
Indonesia Mengajar Ajak Publik Jadi Donatur
Aug 16th 2012, 15:36

Donatur Pendidikan

Indonesia Mengajar Ajak Publik Jadi Donatur

Penulis : Ester Lince Napitupulu | Kamis, 16 Agustus 2012 | 20:49 WIB

Dibaca:

KOMPAS/BUDI SUWARNA Firman Budi Kurniawan (berdiri) sedang mengajar pelajaran menggambar dan Bahasa Inggris di sebuah bukit di tengah hutan di Dusun Beroangin, Malunda, Majene, Sulawesi Barat, Selasa (18/1/2011). Peserta program Indonesia Mengajar seperti Firman harus kreatif di tengah minimnya fasilitas pendidikan di lokasi penugasan.

JAKARTA, KOMPAS.com- Indonesia Mengajar (IM) mengajak masyarakat Indonesia untuk turun tangan dalam membangun dunia pendidikan Indonesia. IM tidak berpretensi untuk menyelesaikan semua masalah pendidikan, namun mengajak setiap pihak terlibat dalam bentuk apapun demi kemajuan pendidikan Indonesia.

Retno Widyastuti, Content Specialist Community Engagement Division IM di Jakarta, Kamis (16/8/2012), mengatakan IM ingin mengajak lebih banyak pihak untuk bisa turut terlibat dalam gerakan mempertemukan mutiara-mutiara terpendam anak-anak Indonesia itu, dengan pengajar muda yang akan tinggal selama satu tahun penuh bersama mereka.

Oleh karenanya, selama bulan Agustus ini Indonesia Mengajar mengundang 3.000 orang untuk bergabung menjadi Korps Donatur Pertama - IM dengan cara berdonasi melalui kartu kredit. Donasi dilakukan melalui kartu kredit Visa/Master/BCA/BNI/Bank Mandiri.

Para donatur diharapkan berkomitmen selama 6-12 bulan dengan nominal antara Rp 50 ribu - Rp 1 juta per bulan. Untuk transparansi dan akuntabilitas, saat ini IM diaudit oleh PwC Indonesia.

Ide dasar program ini adalah dengan berdonasi publik, masyarakat ikut serta bersama dengan Pengajar Muda untuk memperjuangkan anak-anak di seluruh penjuru negeri.

Donasi para donatur tersebut akan menjadi investasi bagi anak-anak di daerah untuk mencapai cita-cita yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya.

Di desa-desa para Pengajar Muda, mereka menjadi saksi bahwa masih terdapat banyak sekali mutiara terpendam di sepanjang pantai republik ini. Pengajar Muda menjadi saksi bahwa jendela pengetahuan yang mereka bawa serta ke desa mereka, telah menjadikan mutiara-mutiara itu mampu bersinar, terang.

Sebagai contoh, Armansyah dari Kabupaten Paser yang menjadi finalis Kalbe Junior Scientist Award 2012 dan diundang ke Singapura.

Editor :

Agnes Swetta Pandia

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Artikel pendidikan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger