Kehilangan secara kontinu keanekaragaman hayati akan menyebabkan ancaman langsung terhadap kehidupan manusia pada skala besar,"
Berita Terkait
Palembang (ANTARA News) - Profesor Hilda Zulkifli dinobatkan menjadi guru besar bidang ilmu Biologi pada Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sriwijaya Palembang.
Hilda dikukuhkan menjadi guru besar di Palembang, Senin, setelah mendalami ilmu Keanekaragaman Hayati Sebagai Instrumen Pertahanan Ekosistem Perkotaan.
Hilda Zulkifli dalam pidato ilmiahnya pada sidang senat terbuka di Palembang mengatakan, keanekaragaman hayati merupakan instrumen untuk mengevaluasi keseimbangan ekosistem.
Keanekaragaman hayati menunjukan jumlah flora dan fauna yang terdapat dalam kawasan dan mejadi kebutuhan dasar bagi kesehatan manusia.
"Kehilangan secara kontinu keanekaragaman hayati akan menyebabkan ancaman langsung terhadap kehidupan manusia pada skala besar," kata dia.
Menurut dia, selain itu kehilangan keanekaragaman hayati dapat menyebabkan gangguan keseimbangan antara komponen dalam ekosistem dan akan mengakibatkan kerusakan permanen dalan jangka panjang.
Lebih lanjut dia mengatakan, sebenarnya banyak faktor yang dapat menyebabkan penurunan keanekaragaman hayati tersebut, diantaranya pencemaran, eksploitasi, suksesi alam dan penyakit serta perubahan iklim global.
Bahkan, lanjut dia, sekarang ini ancaman terhadap keanekaragaman hayati terus berlanjut di berbagai belahan dunia.
Dalam ekosistem kota, keanekaragaman hayati dapat dipelihara dalam sistem hutan-kota yang sekaligus berfungsi sebagai wadah penyimpan karbon untuk mengurangi emisi CO2.
Oleh karena itu dihimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk menanam pohon pada lahan perumahan dan memelihara hutan kota sebagai ruang publik, kata istri Prof Zulkifli Dahlan tersebut.
Dalam memelihara keanekaragaman hayati sebagai instrumen pertahanan ekosistem maka pemerintah tidak hanya harus memilih mekanisme penanganan permasaahan lingkungan secara tepat saja.
Namun, yang lebih penting lagi bagaimana menetapkan struktur institusi mampu mengimplementasikan mekanisme tersebut, demikian Profesor Hilda Zulkifli.
(U005/M033)
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © 2012
Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com
Komentar Pembaca
Kirim Komentar
0 komentar:
Posting Komentar