Jakarta, KompasOtomotif – Setelah naik pamor melalui SUV Chevrolet Captiva empat tahun silam, belakangan General Motors Indonesia (GMI) kembali tertatih-tatih di Indonesia. Tidak ada model yang sanggup menandingi booming Captiva hingga kini. Bahkan Chevrolet Orlando yang diharapkan untuk menyeruak di antara deretan MPV-MPV mapan, tidak bisa bicara banyak. Kondisi manajemen GMI sejak semester kedua tahun lalu goyang karena ditinggal pimpinan dan beberapa petingginya.
Pada awal tahun ini GMI coba bangkit lagi dengan kelompok manajemen baru. Bertekad meraih kembali kejayaan yang dibawa Captiva. Bahkan, ingin mengulang sejarah Opel (Chevrolet) Blazer yang dirakit di pabrik Pondok Ungu, Bekasi, menjadi tren SUV di Tanah Air pada 1990-an.
Tentang Orlando, Direktur Marketing GM Indonesia yang baru, Yuniadi Hartono tak banyak berkomentar. Hanya dijelaskan, MPV yang punya berbagai fitur canggih itu, di kelasnya cukup kuat. "Untuk harga di atas Rp 300 juta, Orlando adalah niche market. Kehadiran memang tidak mencolok, namun jangan dilihat dari situ. Paling tidak kami punya andalan di segmen MPV. Kami akan terus memperkuatnya," jelas Yuniadi.
Praktis, GM Indonesia saat ini hanya mengandalkan Captiva meski tajinya tak setajam saat pertama diperkenalkan. Model lain penyelamat muka GM Indonesia di pasar nasional mungkin adalah Lova yang digunakan untuk taksi. Sementara model lain, seperti Spark, Aveo, Cruze, Colorado dan Orlando butuh waktu untuk menunjukkan daya saingnya.
Spin
Tekad GMI saat ini adalah mengeluarkan lebih banyak pilihan model dan akan ditampilkan pada Indonesia International Motor Show (IIMS) 2012, September nanti.
"Di IIMS kita menampilkan banyak model. Kita mendapat lahan 1.000 meter persegi. Kami ingin menunjukkan bahwa tahun ini dan seterusnya, GM Indonesia mempunyai produk yang lebih banyak dari tahun-tahun sebelumnya," tegas Yuniadi.
Salah satunya yang disiapkan adalah pengganti Blazer, yaitu Trailblazer yang akan bertarung dengan Toyota Fortuner dan Mitsubishi Pajero Sport. Namun yang tak kalah heboh adalah MPV yang lebih murah, yaitu Spin. Kemungkinan di IIMS 2012 Spin akan dipamerkan, namun peluncuran dilakukan tahun depan, seperti pernah dijelaskan Presiden Direktur GM Indonesia, Marcos A Purty kepada KompasOtomotif beberapa waktu lalu.
"Spin akan dirakit di Pondok Ungu, Bekasl. Kondisi pembangunan pabrik sudah 85 persen. Ditargetkan, awal 2013 sudah bisa beroperasi," tutup Purty.
0 komentar:
Posting Komentar