Home » » DPR: Uji Kompetensi Guru Mubazir!

DPR: Uji Kompetensi Guru Mubazir!

Written By Dino Cerata on Kamis, 02 Agustus 2012 | 03.02

KOMPAS.com - Edukasi
News and Service // via fulltextrssfeed.com
DPR: Uji Kompetensi Guru Mubazir!
Aug 2nd 2012, 10:02

Gagal di Sejumlah Daerah

DPR: Uji Kompetensi Guru Mubazir!

Penulis : Indra Akuntono | Kamis, 2 Agustus 2012 | 15:43 WIB

Dibaca:

KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO

Sejumlah guru mengerjakan soal uji kompetensi guru secara daring (online) di laboratorium komputer SMK Negeri 2 Yogyakarta, Selasa (31/7). Ujian kompetensi gelombang kedua di sekolah tersebut berjalan lancar, sedangkan gelombang sebelumnya gagal karena terkendala koneksi internet.

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Komisi X DPR Dedi Gumelar menilai, uji kompetensi guru (UKG) adalah kebijakan yang sia-sia dan mubazir. Selain menghabiskan dana ratusan miliar rupiah, pelaksanaan ujian ini juga diwarnai banyak permasalahan. Seperti diketahui, memasuki hari keempat pelaksanaan, kegagalan koneksi ke server pusat masih saja terjadi.

"Saya katakan secara pribadi, mengapa tidak langsung saja mengukur kompetensinya pas ujian sertifikasi supaya UKG ini tidak mubazir. Dipersiapkan saja kacau, apalagi kalau buru-buru," kata Dedi kepada Kompas.com, Kamis (2/8/2012), di Jakarta.

Politisi PDI Perjuangan ini berpendapat, kompetensi guru seharusnya tidak perlu diuji lagi. Menurutnya, hal itu bisa dilihat dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia yang rendah. Rendahnya IPM, kata Dedi, mencerminkan buruknya pendidikan nasional dan harus disikapi dengan pengembangan kompetensi, bukan memetakan.

Selain itu, ia juga menilai, pelaksanaan uji sertifikasi guru yang tidak menekankan pada substansi kompetensi guru yang diuji. Melainkan lebih mengutamakan prasyarat portofolio dan lama waktu mengajar guru.

"UKG digelar untuk mengukur guru yang telah disertifikasi, itu sama dengan menganulir apa yang telah dikeluarkannya sendiri. Sistem uji sertifikasi juga salah, karena tidak mengutamakan kompetensi guru," ujarnya.

Seperti diberitakan, pelaksanaan UKG diwarnai banyak permasalahan. Selain koneksi internet yang terganggu, pembuatan soalnya juga dipertanyakan karena banyak yang di luar substansi kompetensi guru.

Anggaran untuk melaksanakan UKG ini diperkirakan mencapai sekitar Rp 300 miliar dengan unit cost untuk masing-masing peserta sekitar Rp 50-200 ribu. Ada pun, jumlah guru yang mengikuti uji kompetensi lebih dari satu juta orang. 

Editor :

Inggried Dwi Wedhaswary

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Artikel pendidikan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger