JOHANNESBURG, KOMPAS.com - Liga Kongres Perempuan Nasional Afrika Selatan (ANCWL) mendesak pemerintah Afrika Selatan untuk mulai menciptakan lingkungan dan sistem belajar yang lebih baik buat anak perempuan dan memungkinkan pemberdayaan perempuan. Presiden ANCWL Agie Motshekga mengatakan, pendidikan adalah kunci bagi pemberdayaan perempuan di Afrika Selatan.
"Kita harus menciptakan cara yang berkesinambungan bagi perempuan agar bisa mencapai potensi penuh mereka. Pemberdayaan hakiki berarti menciptakan masyarakat manusiawi tempat tak ada perempuan muda yang dipaksa tinggal di rumah dan menanam sayur-mayur," kata Motshekga dalam Pertemuan Puncak tahunan Perempuan Progresif dalam Bisnis (PWB) di Johannesburg, Senin (20/8/2012).
Afrika Selatan mencanangkan bulan Agustus sebagai Bulan Perempuan untuk menghargai aksi ribuan perempuan yang berpawai ke Gedung Union pada 9 Agustus 1956 dalam protes terhadap perpanjangan Pass Laws to Women, yaitu peraturan yang membatasi orang kulit hitam datang ke tempat tertentu di negeri tersebut. Pencanangan Bulan Perempuan itu diharapkan bisa mendorong pemberdayaan perempuan secara politik dan ekonomi.
"Pemberdayaan nyata (perempuan) ialah pendidikan yang lebih baik. Tak bisa ada keadilan ketika anak perempuan, yang berjumlah dua pertiga anak di dunia tak memiliki akses ke pendidikan," lanjutnya.
Menurut data Revolusi Dunia, gerakan sosial global bagi perubahan sosial progresif, saat ini dua pertiga dari jumlah orang dewasa yang buta huruf adalah perempuan dan dua pertiga dari jumlah anak-anak di dunia yang tak memiliki akses ke pendidikan adalah anak perempuan.
Motshekga menegaskan, pemusatan perhatian pada pendidikan adalah kunci bagi pemberdayaan perempuan dan mewujudkan seruan PBB bagi kuota 50/50.
"Marilah kita memungkinkan perempuan muda meraih potensi penuh mereka. Pendidikan itu penting. Anak perempuan suka bersekolah dan pintar dalam hal itu," tandasnya kemudian.
Editor :
Caroline Damanik
0 komentar:
Posting Komentar