YOGYA, KOMPAS.com - Calon guru lulusan ilmu kependidikan di perguruan tinggi negeri harus menjalani pelatihan sebelum berstatus guru tetap. Menter Pendidikan dan Kebudayaan, M Nuh, mengatakan bahwa pelatihan perlu dilakukan untuk mencapai profesionalitas sebagai seorang guru.
"Mereka akan menjalani tes. Jika lolos seleksi, mereka akan mendapatkan beasiswa dan ditempatkan di asrama dalam waktu tertentu untuk menjalani pelatihan," katanya di Yogyakarta, kemarin.
Nuh mengatakan setiap guru perlu memiliki kemampuan "multigrade teaching". Menurutnya, guru harus memiliki kemampuan untuk mengajar lebih dari satu mata pelajaran. Guru matematika, lanjutnya, harus bisa juga mengajar mata pelajaran fisika.
Calon guru yang menjalani pelatihan di asrama tida akan dibebani biaya dan akan memperoleh beasiswa pendidikan. Nuh memandang bahwa profesionalitas guru harus terus ditingkatkan karena guru merupakan pusat pembelajaran.
Sementara itu, Nuh belum bisa memastikan jumlah calon guru yang akan menjalani pelatihan di asrama. Menurutnya, akan ada tiga gelombang pelatihan calon guru, yaitu yang akan lulus dan sekarang sudah duduk di semester 7-8, lalu yang duduk di semester 5-6 dan di semester 1-2. Untuk pelatihan ini, kementerian meminta kerja sama dari pihak perguruan tinggi.
"Oleh karena itu, lembaga pendidikan tinggi keguruan, khususnya perguruan tinggi negeri, harus mempunyai asrama untuk menampung calon guru selama menjalani pelatihan," tuturnya.
Editor :
Caroline Damanik
0 komentar:
Posting Komentar