Home » » Berantas Buta Huruf, Indonesia Raih Penghargaan UNESCO

Berantas Buta Huruf, Indonesia Raih Penghargaan UNESCO

Written By Dino Cerata on Rabu, 22 Agustus 2012 | 23.21

KOMPAS.com - Edukasi
News and Service // via fulltextrssfeed.com
Berantas Buta Huruf, Indonesia Raih Penghargaan UNESCO
Aug 23rd 2012, 06:21

Berantas Buta Huruf, Indonesia Raih Penghargaan UNESCO

Penulis : Ali Sobri | Kamis, 23 Agustus 2012 | 12:56 WIB

Dibaca:

Shutterstock Ilustrasi

PARIS, KOMPAS.com - Program literasi atau pemberantasan buta huruf di Indonesia meraih penghargaan dari Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan PBB (UNESCO PBB) untuk tahun 2012 karena sukses melawan buta huruf. Penghargaan akan diserahkan pada upacara yang akan digelar di markas UNESCO, 6 September mendatang, dalam rangkaian perayaan Hari Aksara Internasional yang jatuh pada tanggal 8 September.

Pengumuman pemenang disampaikan oleh Direktur Jenderal UNESCO, Irina Bokova, dan ditayangkan di laman resmi badan PBB ini, Rabu (23/8/2012). Selain penghargaan berupa medali dan sertifikat, penyelenggara pengembangan pendidikan masyarakat di Indonesia berhak memperoleh hadiah sebesar 20.000 dolar Amerika Serikat.

Dalam rilisnya, UNESCO menyampaikan, Indonesia menerima satu dari dua penghargaan bergengsi UNESCO King Sejong Literacy Prizes atas program bertajuk "Peningkatan kualitas pendidikan literasi melalui literasi kewirausahaan, budaya membaca dan pelatihan para pendidik".

Program ini melibatkan tiga juta orang, sejumlah daerah yang mengedepankan pemberantasan buta huruf pada wanita dengan mengombinasikan keahlian dasar dan pelatihan literasi mendasar.

Selain Indonesia, Rwanda juga meraih penghargaan UNESCO King Sejong Literacy Prize melalui program bertajuk "Program Literasi Orang Dewasa Nasional" yang digerakkan oleh Gereka Pantekosta di negara tersebut. Program ini terpilih karena memfokuskan penerapannya kepada perempuan dan remaja putus sekolah serta telah menjangkau lebih dari 100.000 orang yang tersebar di 3.500 pusat literasi. Negara juga menjamin hak setiap orang untuk melek huruf dan pendidikan dasar termasuk di dalamnya pemahaman tentang HAM, rekonsiliasi dan perdamaian.

Sementara itu, Bhutan dengan program berjudul "Program Pendidikan Informal dan Berkelanjutan" dianugerahi penghargaan UNESCO Confucius Prizes for Literacy dan Kolombia meraih penghargaan yang sama dengan program bertajuk "Program Sistem Interaktif (Transformemos Educando)".

Editor :

Caroline Damanik

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Artikel pendidikan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger