SIMALUNGUN, KOMPAS.com — Bapak dan ibu guru jangan berlomba meminta pindah mengajar ke kota. Pesan ini disampaikan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho di sela Safari Ramadhan di Pane Tongah, Kabupaten Simalungun, Senin (13//8/2012).
"Selain akan membuat kualitas pendidikan tidak merata, kondisi ini juga akan merugikan para guru itu sendiri," katanya.
Jika pindah ke kota, lanjutnya, sulit bagi guru untuk memenuhi target jumlah mengajar dan meraih prestasi. Ini terkait dengan insentif dan bantuan yang diserahkan secara simbolis oleh pemerintah provinsi terhadap para guru se-Kabupaten Simalungun. Dalam kunjungan ini, secara simbolis, Gatot menyalurkan bantuan dana sertifikasi serta dana tunjangan profesi dan kualifikasi untuk 2.148 guru di kabupaten tersebut.
"Syarat ini tentu akan sulit terpenuhi jika ibu dan bapak guru minta pindah ke kota-kota besar. Jika pindah ke kota, jumlah jam mengajar akan semakin sedikit karena guru di kota-kota semakin banyak. Akibatnya, sudah pasti syarat jam mengajar untuk memperoleh bantuan itu tidak tercapai," ujarnya.
Di depan perwakilan guru, Gatot mengatakan, guru merupakan kunci majunya pendidikan. Makin sejahtera dan profesional seorang guru, kualitas pembelajaran akan makin baik dan kecerdasan siswa juga terdongkrak.
Editor :
Caroline Damanik
0 komentar:
Posting Komentar