JAKARTA, KOMPAS.com - Kelompok Pecinta Bacaan Anak (KPBA) menggelar Festival Bercerita KPBA X, pada 12-15 Juli 2012 di Bentara Budaya Jakarta. Tertarik? Festival Bercerita ini akan diisi oleh pendongeng Tanah Air dan sejumlah pendongeng luar negeri!
Ketua Kelompok Pecinta Bacaan Anak Murti Bunanta mengatakan, Festival Bercerita akan menghadirkan banyak cerita rakyat. Tema festival ini adalah Cerita Rakyat Nusantara dan Cerita Asia
"Cerita rakyat adalah kebudayaan dan tradisi. Tetapi sering dilupakan oleh pendidikan dan masyarakat. Padahal, kebudayaan menjadi penting sama pentingnya seperti pendidikan," kata Murti Bunanta, Ketua Kelompok Pecinta Bacaan Anak di Jakarta, Sabtu (10/7/2012).
Sebanyak tujuh pendongeng akan mengisi festival ini, diantaranya dari Amerika Serikat, Thailand, Singapura dan 26 pendongeng Indonesia. Tak hanya berdongeng, Festival Bercerita juga menghadirkan Grup Wayang Gantung dari Singkawang, yang merupakan satu-satunya grup pementasan boneka mariyonet yang langka di Asia tetapi banyak ditemui di negara Eropa.
Cerita yang akan disampaikan para pendongeng menggunakan Bahasa Inggris, Melayu, Mandarin, dan Indonesia. KPBA akan mendampingi pendongeng dari luar negeri untuk menerjemahkan dongeng ke dalam Bahasa Indonesia. Anak akan mendapatkan satu cerita melalui dua bahasa.
Nah, bagi anak-anak yang berkunjung ke festival ini bisa mengikuti berbagai kegiatan, seperti lomba membaca buku, membahas cerita rakyat, dan lomba ilustrasi untuk siswa SD. Sementara, bagi siswa SMP dan SMA ada lomba membahas novel dan lomba ilustrasi untuk ilustrator muda.
Tertarik datang ke acara ini? Cerita dongeng dalam Festival Bercerita akan dibacakan dalam dua sesi setiap harinya. Sesi pertama pukul 09.00-12.00 WIB, dan sesi kedua mulai pukul 14.00-16.30 WIB. Acara ini gratis karena bertujuan untuk memperluas ruang lingkup anak untuk gemar membaca cerita rakyat.
Kelompok Pecinta Bacaan Anak adalah satu-satunya organisasi yang fokus pada bacaan anak dan memberi perhatian pada pemakaian bahasa Indonesia yang baik dan tertib serta mengajak anak Indonesia dan masyarakat indonesia mencintai kebudayaan melalui cerita rakyat.
Editor :
Inggried Dwi Wedhaswary
0 komentar:
Posting Komentar