REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA - Mahasiswa Fakultas Teknologi Industri Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta Son Ali Akbar menciptakan alat bantu penunjuk arah bagi penyandang tunanetra.
"Alat itu mampu memberikan navigasi ke empat penjuru arah dengan sistem kendali mikrokontroler dan sensor magnet yang terhubung dengan kompas digital," kata Ali di Yogyakarta, Senin (23/7)
Menurut dia, alat tersebut terdiri atas tiga komponen utama, kompas digital dan panel saklar "on-off" yang dipasang di topi, empat magnet getar yang dipasang di sabuk, dan alat mikrokontroler yang dipasang di tas punggung.
"Topi juga dipasangi tombol 'switch' mikrokontroler yang digunakan saat ingin mengetahui arah. Pengguna cukup berdiri menghadap satu arah dan menekan tombol di topi," kata mahasiswa Program Studi Teknik Elektro Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) itu.
Ia mengatakan, topi yang memiliki tombol "switch" itu selanjutnya terhubung dengan sabuk yang berisi empat magnet di empat sisi tubuh.
Setiap magnet, kata dia, dirancang memiliki sistem getar seperti pada telelpon seluler. Pada saat satu sisi bergetar itu berarti menunjukkan arah utara.
"Penyandang tunanetra akan langsung mengetahui arah lainnya setelah tahu arah utara. Ketika posisi arah utara di depan, maka di sebelah kanan merupakan arah timur, sebelah kiri arah barat, dan bagian belakang merupakan arah selatan," katanya.
Menurut dia, pembuatan alat penunjuk arah bagi penyandang tunanetra itu bermula dari rasa empati terhadap sahabatnya yang menyandang tunanetra saat SMA. Pada saat itu dirinya berpikir ingin menciptakan alat bantu agar penyandang tunanetra bisa mengetahui arah.
"Alat itu dirancang dalam waktu sekitar satu bulan dan biaya yang dikeluarkan untuk komponen lengkapnya sekitar Rp800 ribu. Alat ini sudah dipakai oleh tiga orang tunanetra dan mereka mengaku sangat terbantu," katanya.
0 komentar:
Posting Komentar