Manesar, KompasOtomotif - Buntut kerusuhan yang terjadi di pabrik Manesar, India, Rabu pekan lalu (18/7/2012), menyebabkan Maruti Suzuki harus menghentikan sementara produksinya. Kerugian yang harus ditanggung diperkirakan mencapai 15 juta dollar AS atau Rp 141,7 miliar per hari.
Satu jiwa melayang dan 90 pekerja diamankan pihak kepolisian setempat, menyebabkan masa depan pabrik menjadi suram. Pasalnya, polisi berencana menangkap seluruh pekerja pabrik yang berjumlah sekitar 3.000 orang.
Maruti Suzuki juga dirugikan karena kerusakan sejumlah lini produksi dan pasokan Alto - salah satu mobil terlaris di India - menjadi tersendat. "Kapanpun produksi dimulai, moral pemimpin pabrik terasa tidak nyaman. Mereka ketakutan," komentar salah seorang pialang dari lembaga sikuritas ICICI Securities.
Para analis berharap, Suzuki bisa memperbaiki kondisi dan mulai produksi lagi dalam dua pekan mendatang mengingat beban, hubungan dengan pekerja dan kerusakkan yang dialami pabrik. Akibat kerusuhan itu, Maruti Suzuki sudah pendapatan 570 juta dollar AS dari saham. Harga sahamnya juga turun sampai 8,9 persen.
"Sebagian dari fasilitas manufaktur terbakar dan hampir seluruh bangunan dilalap api. Pekerja yang berlarian keluar banyak yang cidera dan dirawat di rumah sakit. Jadi, waktu lebih lama untuk pulijh," ujar sumber Maruti Suzuki yang tidak mau disebutkan namanya.
0 komentar:
Posting Komentar