Home » » SBY: 2014, Tak Ada Sekolah Rusak!

SBY: 2014, Tak Ada Sekolah Rusak!

Written By Dino Cerata on Senin, 30 Juli 2012 | 21.55

KOMPAS.com - Edukasi
News and Service // via fulltextrssfeed.com
SBY: 2014, Tak Ada Sekolah Rusak!
Jul 31st 2012, 04:55

Fasilitas Pendidikan

SBY: 2014, Tak Ada Sekolah Rusak!

Penulis : Hindra Liauw | Selasa, 31 Juli 2012 | 11:14 WIB

Dibaca:

KOMPAS/BAHANA PATRIA GUPTA Ilustrasi: Siswa Kelas III SD Siswa Tama belajar di teras sekolah karena tiga ruang kelas rusak berat di Jalan Kupang Krajan III, Surabaya, Jumat (4/5/2012). Kelas yang juga digunakan oleh SMP PGRI 16 tersebut telah rusak selama lima bulan dan belum ada tanda-tanda akan diperbaiki.

JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kembali menginstruksikan kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh agar tak ada lagi gedung dan bangunan sekolah yang rusak pada tahun 2014.

Dalam rapat koordinasi yang dipimpin Kepala Negara di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta, Selasa (31/7/2012), Nuh memaparkan perkembangan penyelesaian perbaikan gedung dan bangunan sekolah.

"Insya Allah ini bisa kita tuntaskan hingga 2014," kata Presiden ketika membuka rapat koordinasi.

Turut hadir pada rakor tersebut, antara lain, Wakil Presiden Boediono, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa, dan para gubernur.

Presiden mengatakan, dirinya optimistis kualitas pendidikan di Indonesia bisa ditingkatkan. Pasalnya, anggaran pendidikan terus bertambah. Kuncinya adalah manajemen yang bagus, penetapan sasaran dan implementasi yang tepat, serta tidak terjadi penyimpangan di simpul mana pun.

Pada kesempatan tersebut, Presiden juga menekankan bahwa pendidikan di Indonesia harus berkualitas, mudah, dan murah. Berkualitas artinya kurikulum, bahan ajar, dan metodologi belajar-mengajar, sistem evaluasi, dan infrastruktur pendidikan tepat.

"Mudah, berarti accessible (dapat diakses). Harus lebih banyak lagi kesempatan bagi putra-putri Indonesia untuk mengenyam pendidikan hingga tingkat tinggi," kata Kepala Negara.

Sementara itu, murah artinya dapat dijangkau masyarakat luas. Masyarakat yang tidak mampu harus tetap dapat mengenyam pendidikan tanpa perlu dibebani biaya. 

Editor :

Inggried Dwi Wedhaswary

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Artikel pendidikan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger