SURABAYA, KOMPAS.com — Mobil ciptaan mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Sapu Angin dan Antasena, siap mengukir sejarah dunia untuk menjadi mobil teririt dalam Shell Eco-marathon (SEM) di Sepang, Malaysia, 4-7 Juli 2012. SEM adalah ajang tahunan bagi mahasiswa untuk menciptakan mobil masa depan paling irit.
Dengan bahan bakar bensin untuk Sapu Angin 6 dan solar untuk Sapu Angin 7, keduanya siap diadu dengan mobil-mobil karya mahasiswa dari seluruh dunia. Tidak ketinggalan mobil Antasena yang berbahan bakar hidrogen. ITS bertekad memperbaiki prestasi tahun lalu.
"Kami satu-satunya wakil Indonesia yang masuk 8 besar mobil paling irit dunia pada ajang yang sama tahun lalu. Tahun ini, harus lebih baik," kata Ketua Jurusan Teknik Mesin ITS Bambang Pramujati, dari Sirkuit Internasional Sepang, Malaysia, Kamis (5/7/2012).
Setelah proses registrasi, setiap tim akan mendapat pit untuk mobil masing-masing. Setelahnya, semua peserta bisa memulai bongkar muatan serta melakukan instalasi dan segala sesuatu yang dibutuhkan.
"Mudah-mudahan tak ada kendala berarti dan bisa diatasi," kata Yoga Tri Widagdo, Manajer Sapu Angin.
Sapu Angin 6 bertekad memperbaiki rekor tahun lalu. Saat itu, mereka mampu menampuh jarak 350 km per liter bensin. Saat diadu di Sepang kali ini, tim Sapu Angin berani menargetkan 2.000 km per liter. ITS bertekad masuk tiga besar Asia.
Sumber :

Editor :
Inggried Dwi Wedhaswary
0 komentar:
Posting Komentar