JAKARTA, KOMPAS.com - Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) meminta pemerintah menyelesaikan program wajib belajar (wajar) sembilan tahun. Pernyataan itu disampaikan Ketua Umum PGRI, Sulistyo, kepada Kompas.com di Jakarta, Selasa (10/7/2012).

Masih banyak anak yang belum sekolah. Jangankan di daerah atau pelosok, bahkan di kota besar seperti Jakarta saja masih banyak.
-- Sulistyo

Sulistyo menilai, pemerintah gegabah saat mengklaim program wajar sembilan tahun telah selesai dilaksanakan. Karena faktanya, masih banyak dan sangat mudah menemukan anak-anak (usia SD-SMP) tidak sekolah.
"Masih banyak anak yang belum sekolah. Jangankan di daerah atau pelosok, bahkan di kota besar seperti Jakarta saja masih banyak," kata Sulistyo.
Lebih jauh ia mengungkapkan, pemerintah seperti tidak serius menyelesaikan program wajar sembilan tahun. Hal itu ia buktikan dengan minimnya upaya pemerintah dalam mensukseskan program tersebut dengan mengedepankan kualitas pendidikannya.
"Pemerintah sangat tergesa mengklaim wajar sembilan tahun telah selesai. Padahal belum, apalagi jika dilihat secara kualitas," ujarnya.
Ia mengimbau, pemerintah dapat mencontoh program wajib belajar yang dilakukan oleh negara maju seperti Jerman. Di sana, pemerintah setempat memberikan angket kepada seluruh orang tua siswa untuk mengetahui kesulitan yang dihadapi saat harus menyekolahkan anak-anaknya.
"Harus diketahui apa kendala masyarakat, dan pemerintah harus menutup kesulitan itu," pungkasnya.
0 komentar:
Posting Komentar