Paris, KompasOtomotif - Setelah memastikan menutup pabrik pertama (Aulnay dekat Paris) yang mengakibatkan PHK 8.000 pekerja, PSA Peugeot-Citroen mengancam akan menutup pabrik kedua di Sevel Nord di Lieu Saint-Amand, sebelah utara Perancis, kecuali kalau pemerintah bersedia menyiapkan insentif.
Menurut sumber internal yang dikutip Autonews Europe (23/7/2012), Peugeot-Citroen minta bantuan pemerintah, yaitu pemotongan pajak, insentif gaji karyawan dan sebagainya. "Mereka ingin bantuan langsung dari pemerintah," ujar sumber tersebut.
Ketika dikonfirmasi, perusahaan tidak mengelak namun juga enggan menyatakan persetujuannya. "Untuk Sevel Nord (pabrik), targetnya mencari jalan tengah dengan para pekerja," jelas juru bicara PSA Pierre-Olivier Salmon.
PSA mulai mendapat order kendaraan dari Toyota, awal pekan ini untuk memasok kendaraan niaga di Eropa. Model ini dibuat di pabrik Sevel Nord yang mempekerjakan 2.700 karyawan.Tanpa daya saing yang lebih, termasuk konsesi pekerja, PSA pesimis bisa mempertahankan produksinya di pabrik tersebut. Pasalnya, daya beli konsumen yang rendah menyebabkan gerakan PSA makin susah.
PSA sudah berdiskusi dengan pekerja di Sevel Nordi Mei lalu dan mereka mendesak pesangon dua tahun kerja. Tanpa produktivitas yang membaik, kegiatan perakitan mobil akan dihentikan dan nantinya akan meluas ke pabrik Peugeot di Vigo, sebelah Barat Laut Spanyol.
Pabrik Sevel Nord merakit 94.000 van sepanjang tahun lalu, 20.000 unit untuk Fiat. Toyota juga tela memesan berkisar 5.000-10.000 unit setiap tahun dan diharapkan bisa menambah perusahaan, walau dinilai hanya sedikit.
0 komentar:
Posting Komentar