Home » » Penerimaan siswa baru Depok masih bermasalah

Penerimaan siswa baru Depok masih bermasalah

Written By Dino Cerata on Rabu, 18 Juli 2012 | 08.39

ANTARA News - Nasional - Pendidikan
News And Service // via fulltextrssfeed.com
Penerimaan siswa baru Depok masih bermasalah
Jul 18th 2012, 15:13

Depok (ANTARA News) - Puluhan orang tua murid dan sejumlah LSM Pendidikan melakukan aksi unjuk rasa, karena menilai penerimaan siswa baru di Kota Depok, masih bermasalah.

"Tidak ada kejelasan tentang penerimaan siswa miskin dan juga jatah bina lingkungan," kata Ketua LSM Pos Peduli Pendidikan, Sutikno di Balaikota, Rabu.

Menurut dia mekanisme penerimaan peserta didik masih banyak keganjilan. Peraturan Wali Kota (Perwa) No.19 tahun 2012 penuh dengan kepentingan politik.

"Tak ada aturan yang jelas tentang jatah bina lingkungan, sehingga banyak permaianan di sini," katanya.

Ia mengatakan dalam Undang-undang (UU) Pendidikan sangat jelas tertulis kalau sekolah diwajibkan menerima siswa baru dari lingkungan sekitar.

Tetapi kenyataannya jatah untuk bina lingkungan tidak dilakukan secara transparan. "Ini yang dimanfaatkan untuk menerima siswa titipan," katanya.

Dikatakannya ada indikasi jatah 20 persen bagi lingkungan lebih banyak digunakan orang-orang untuk diperjualbelikan. Sedangkan mereka yang seharusnya berhak menggunakan jatah lingkungan malah tidak mendapatkan haknya.

Menurut dia penggunaan kartu Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) sebagai salah satu syarat mendaftar di sekolah negeri dianggap mengganjal rakyat kecil.

"Banyak masyarakat mampu yang mempunyai Jamkesda atau Jamkesmas. Mereka bisa masuk ke sekolah negeri nilainya tidak mencukupi," katanya.

Sementara itu, salah satu aktivis pendidikan Depok, Ojak Sihombang, mengaku sudah melakukan investigasi ke SMPN 8 Depok. Dalam penerimaan siswa dijurnal nilai didapati siswa reguler hanya mencapai 288 siswa.

Namun, faktanya mereka menerima 361 siswa terdapat selisih sebanyak 73 siswa. "Apakah sebanyak ini bangku tersebut diperjualbelikan," tanyanya.

Sedangkan salah seorang orangtua murid, Yanti mengatakan anaknya harus masuk sekolah negeri yang jauh dari rumahnya karena putranya tidak diterima disekolah yang dekat dengan rumahnya karena banyaknya siswa titipan dari berbagai kalangan.

"Anak saya jauh lebih tinggi nilainya dibandingkan dengan siswa titipan," katanya.

Ini menandakan ketidakadilan dunia pendidikan di Kota Depok. "Seharusnya seorang pemimpin bisa menyelesaikan permsalahan ini jangan hanya diam saja," katanya dengan nada kesal.

(F006/B/Z003)

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Artikel pendidikan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger