Home » » Pendidikan Jadi Rebutan "Preman Proyek"

Pendidikan Jadi Rebutan "Preman Proyek"

Written By Dino Cerata on Selasa, 24 Juli 2012 | 01.44

KOMPAS.com - Edukasi
News and Service // via fulltextrssfeed.com
Pendidikan Jadi Rebutan "Preman Proyek"
Jul 24th 2012, 08:44

JAKARTA, KOMPAS.com - Aktivis guru yang juga Kepala Dinas Pendidikan Waykanan, Lampung, Gino Vanollie menjadi korban penganiayaan pada 18 Juli 2012 lalu. Menurut Gino, aksi kekerasan itu diduga dilakukan oleh "preman proyek" di daerahnya yang selama ini sering memperebutkan proyek pendidikan.

"Di lapangan banyak yang mendapatkan intimidasi karena masalah proyek pendidikan. Kalau dulu mereka berhasil mendapatkan proyek dengan melakukan hal itu (tindak kekerasan), sekarang saya enggak seperti itu. Saya ikut aturan," ujar Gino, yang tengah berada di Jakata, kepada Kompas.com, Selasa (24/7/2012).

"Di lapangan banyak yang mendapatkan intimidasi karena masalah proyek pendidikan"

-- Kepala Dinas Pendidikan Waykanan Gino Vanollie

Menurutnya, sebelumnya tidak pernah terjadi tindak kekerasan seperti yang dialaminya. Ia mengungkapkan, pihak yang diduga "preman proyek" berasal dari rekanan atau kontraktor yang ingin mendapatkan proyek pendidikan dengan mengaku sebagai aktivis LSM atau wartawan.

Gino menjelaskan, dana proyek yang diperebutkan tersebut berjumlah Rp 596 juta yang berasal dari dana APBD tingkat II Waykanan, Lampung. Proyek tersebut berupa pembangunan gedung dengan anggaran Rp 300 juta, rehabilitasi dua sekolah dengan dana Rp 200 juta, dan pengadaan properti senilai Rp 96 juta.

Menurut Gino, dana proyek properti sebesar Rp 96 juta melalui proses penunjukan langsung kepada rekanan. Adapun, 3 proyek lainnya melalui pelelangan bebas via online.

"Siapa saja yang mau, tinggal daftar saja. Mereka melakukan tindak kekerasan seperti itu karena tidak tahu proses pengajuannya," ujar Gino.

Kronologis tindak kekerasan yang diperoleh Gino adalah, ketika dirinya membuka acara dan memberikan materi pada workshop peningkatan kompetensi guru TK se-Kabupaten Waykanan. Saat hendak meninggalkan lokasi, Gino disergap dua orang oknum yang mengintimidasinya untuk memberikan jatah satu dari empat proyek yang dikelola oleh Disdik Waykanan.

Bentuk intimidasi yang diterima Gino berupa pemukulan, penyekapan selama setengah jam, dan ancaman pembunuhan oleh "preman proyek" tersebut. Gino mengatakan, dirinya sudah melaporkan penganiayaan tersebut ke Polres Waykanan, Lampung. Saat ini, orang-orang yang diduga terlibat dalam aksi kekerasan itu masih dalam proses penyelidikan polisi.

Gino menambahkan, sebelum mengalami tindak kekerasan, ia sempat mendapatkan surat ancaman pembunuhan jika tidak memberikan proyek dari Disdik tersebut.

"Kepala Dinas saja diginiin. Bagaimana sekolah di daerah. Ini ancaman bagi keberlangsungan proses pendidikan dan merendahkan harkat dan martabat guru," kata Gino.

Editor :

Inggried Dwi Wedhaswary

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Artikel pendidikan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger