Denpasar (ANTARA News) - Pendidikan humaniora hampir dilupakan dalam berbagai aspek kehidupan, karena masyarakat cenderung mengagungkan ilmu-ilmu eksakta dibanding dengan bidang studi yang bersifat mengahafal itu.
"Di berbagai sekolah, seorang siswa dipandang istimewa dan cerdas jika masuk jurusan eksakta," kata I Wayan Nardayana, seorang seniman wayang kulit andal, alumnus Institut Seni Indonesia (ISI) di Denpasar, Minggu.
Ia mengatakan, pandangan masyarakat yang demikian itu semakin mengental, tatkala ilmu-ilmu eksakta menjadi ajang pertarungan antarsiswa seluruh dunia lewat olimpiade fisika, matematika, dan kimia.
Bagi siswa yang berhasil keluar sebagai juara dalam kegiatan internasional itu akan dianggap sebagai anak yang supercerdas. Sementara siswa yang unggul dalam bidang studi ilmu humaniora hanya dipandang sebelah mata.
"Gengsi ilmu eksakta semakin melambung tinggi kebijakan-kebijakan pendidikan dan pembangunan lebih menekankan pada penguasaan teknologi, dengan alasan mengejar ketertinggalan untuk bisa sejajar dengan negara-negara maju," ujarnya.
Kondisi itu secara otomatis mengutamakan penguasaan ilmu-ilmu eksakta sebagai salah satu syarat penguasaan iptek, sehingga dikhawatirkan ilmu-ilmu humaniora semakin terpinggirkan.
(*)
0 komentar:
Posting Komentar