Brentwood, KompasOtomotif – Ketika Ford dengan bangga merilis fitur Traffic Jam Assist—sebuah fitur mirip autopilot pada pesawat—akhir bulan lalu, targetnya bukan home base mereka di AS, melainkan di Eropa. Dan memang hampir semua fitur canggih Ford dikenalkan pertama kali di Eropa. Dan ternyata, rata-rata pabrikan melakukan hal yang sama.
Menurut Hau Thai-Tang, Vice President for Engineering Ford Global Product Development, Eropa memang sedang lesu karena gejolak ekonomi yang merugikan banyak pabrikan. Namun, Eropa tetap pasar utama. "Itu karena orang-orang di sana (Eropa) mau membayar lebih mahal sebuah teknologi baru ketimbang AS sendiri," ujarnya.
Thai-Tang menjelaskan, konsumen Eropa lebih mengapresiasi teknologi advanced. Di tingkat lebih jauh, mereka bahkan sangat sadar akan manfaat teknologi demi keselamatan berkendara. Hal ini memberi kesempatan pabrikan untuk menambah fitur dan menaikkan harga. "Pasar Eropa bisa menjadi tes pasar sebuah teknologi baru," tegasnya.
Hal ini sangat bertolak belakang dengan pasar Asia. Masih kata Thai-Tang, banyak pabrikan dan kebijakan yang justru mengurangi fitur, bahkan jauh di bawah standar spesifikasi Eropa. Hal ini tidak hanya membahayakan pemilik mobil, tetapi juga menurunkan kredibilitas sebuah merk.
Akhir-akhir ini, Ford memang gencar mengenalkan teknologi baru. Selain Traffic Jam Assist, ada beberapa fitur yang juga akan dikenalkan di Eropa. Di antaranya parkir pararel dan seri. Teknologi yang simpel, tetapi sangat membantu.
0 komentar:
Posting Komentar