Ilustrasi - Seorang siswa bercerita tentang cerita rakyat sangkuriang saat lomba bercerita.(FOTO ANTARA/Oky Lukmansyah)
aktivitas membaca anak Indonesia mengenai cerita rakyat saat ini cenderung menurun
Berita Terkait
Denpasar (ANTARA News) - Lomba bercerita yang diselenggarakan Badan Perpustakaan Daerah dan Arsip Provinsi Bali dinilai merupakan salah satu cara guna meningkatkan upaya gemar membaca khususnya mengenai tema cerita budaya bangsa bagi anak sekolah.
"Kegiatan itu untuk menggugah anak-anak dalam mengenali kekayaan budaya bangsa dalam bentuk cerita yang mengandung nilai filosofis agama dan kearifan lokal," kata Ida Ayu suryaningsih, Kepala Bidang Pelayanan dan Pelestarian, Badan Perpustakan Daerah dan Arsip Provinsi Bali, di Denpasar, Sabtu.
Menurut dia, aktivitas membaca anak Indonesia mengenai cerita rakyat saat ini cenderung menurun dan masih jauh dibandingkan negara maju lainnya.
Ia mengatakan bahwa kegiatan gemar membaca bagi anak sebaiknya dilakukan saat usia dini, orang tua menjadi penentu dalam pendidikan dasar anak, karena saat ini kegiatan bercerita atau mendongeng pada anak hampir jarang dilakukan. Nilai-nilai yang terkandung didalamnya sangat penting bagi perwujudan karakter dan jati diri anak menjadi budi pekerti yang baik.
Pada lomba bercerita itu tema yang diangkat mengenai kekayaan cerita rakyat seperti dongeng, mitos, legenda baik nasional maupun budaya daerah Bali, di antaranya Ande-Ande Lumut, Lutung Kasarung, dan Malinkundang.
Kompetisi itu digelar selama dua hari yakni Sabtu hingga Minggu yang diikuti total 45 peserta anak-anak sekolah Dasar seluruh Bali. Masing - masing peserta berupaya maksimal menampilkan cerita rakyat dihadapan dewan juri yang terdiri dari akademisi dan pakar budaya.
Dengan mengenakan busana daerah Bali, beberapa peserta cukup antusias dalam menyampaikan cerita pendek dengan mimik dan gerak yang menarik, disertai dengan perlengkapan pendukung cerita.
Diharapkan melalui kegiatan itu, tradisi bercerita di kalangan anak - anak bisa menumbuhkan apresiasi budaya sejak dini dan nantinya bisa secara estafet ditularkan kepada generasi berikutnya.
(ANT)
Editor: Ella Syafputri
COPYRIGHT © 2012
Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com
Komentar Pembaca
Kirim Komentar
0 komentar:
Posting Komentar