Home » » "Lebih Baik Bangun PTN di Daerah Tertinggal..."

"Lebih Baik Bangun PTN di Daerah Tertinggal..."

Written By Dino Cerata on Senin, 09 Juli 2012 | 23.14

KOMPAS.com - Edukasi
News and Service // via fulltextrssfeed.com
"Lebih Baik Bangun PTN di Daerah Tertinggal..."
Jul 10th 2012, 06:14

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan mengkonversi sejumlah perguruan tinggi swasta (PTS) menjadi perguruan tinggi negeri (PTN) di sejumlah daerah. Rencana ini lagi-lagi menuai kontroversi. Sekretaris Jenderal Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta (Aptisi) Suyatno mengatakan, pemerintah lebih baik memperkuat PTS daripada mengkonversinya menjadi PTN. Selain mengancam keberadaan PTS, menurut Suyatno, pengadaan PTN seharusnya diutamakan di daerah-daerah yang masuk kategori 3T.

"Pengadaan PTN diutamakan dilakukan di daerah-daerah yang masuk dalam kategori terluar, terdepan, dan tertinggal (3T). Entah melalui konversi, atau dengan pembangunan PTN baru," kata Suyatno, di Jakarta, Senin (9/7/2012).

Menurutnya, daerah-daerah kategori 3T tidak terjangkau oleh PTS sehingga dibutuhkan peran pemerintah untuk pengadaan PTN di kawasan tersebut. "Di daerah perbatasan, masyarakat di sana sangat memerlukan kampus dan swasta belum mencapainya," ujarnya.

Seperti diketahui, salah satu daerah yang akan mendapatkan tambahan PTN adalah Jawa Barat. Rencananya, empat PTS akan diambil alih Kemdikbud dan berubah status menjadi PTN. Suyatno berpendapat, jika tujuannya untuk meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi Indonesia, menurutnya, pemerintah cukup memberikan pembinaan dan pendampingan yang lebih intensif kepada PTS.

Apalagi, penambahan PTN nantinya akan membebani anggaran negara. Jika pemerintah melakukan pembinaan dan pendampingan kepada PTS dinilai akan sangat memungkinkan untuk menggali partisipasi masyarakat dalam pembiayaan.

Sementara itu, ditemui terpisah, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh mengatakan, PTS yang akan dikonversi menjadi PTN berasal dari daerah tertentu dan dengan kesepakatan bersama yayasan. Proses pengkonversiannya pun dilakukan sangat teliti dan berlandaskan tingkat kebutuhan suatu daerah akan PTN.

"Tidak serta merta dinegerikan, tapi di daerah yang sangat khusus, yang dinilai memerlukan PTN. Tak akan semua dinegerikan, dan kita sangat teliti betul," kata Nuh.

Editor :

Inggried Dwi Wedhaswary

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Artikel pendidikan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger